Selasa, 27 Jun 2017 11:28 WIB

Kisah Menarik Google Maps, Aplikasi Favorit Para Pemudik

Fino Yurio Kristo - detikInet
Google Maps. Foto: GettyImages Google Maps. Foto: GettyImages
Jakarta - Sepuluh tahun lampau, melacak lokasi suatu tempat yang belum diketahui atau menuju ke lokasi tersebut bukan perkara gampang. Perlu teliti membuka peta dari kertas atau tanya sana-sini. Semua berubah total sejak kehadiran layanan Google Maps.

Sudah pasti saat ini, Google Maps menjadi layanan favorit para pemudik untuk menunjukkan arah menuju kampung halaman. Mudah, praktis dan tentunya gratis.

Google Maps rilis 8 Februari 2005. Satu dekade telah berlalu dan layanan itu benar-benar mengubah cara orang mencari lokasi, merencanakan perjalanan dan banyak lagi. Terlebih dengan meledaknya perangkat smartphone seperti Android, Google Maps adalah aplikasi wajib.

Peta online barangkali sudah muncul sebelum kedatangan Google Maps. Namun tak dapat dipungkiri kalau baru semenjak kehadiran Google Maps, peta online menjadi layanan mainstream.

Ide Google Maps

Jadi bagaimana awal pembuatan Google Maps? Sebenarnya Google Maps tidak murni ciptaan Google. Tahun 2004, dua bersaudara asal Denmark, Lars dan Jens Eilstrup Rasmussen menyampaikan pada Google sebuah ide peta yang tidak statis, tapi bisa digunakan untuk mencari lokasi dan dapat diperbesar.

Google tertarik dengan ide tersebut. Maka mereka membeli Where 2 Technologies, perusahaan yang digawangi dua bersaudara Denmark itu. Google membeli pula perusahaan bernama Keyhole. Mereka ini mengembangkan software visualisasi bumi yang nantinya akan menjadi Google Earth.

Maka, dibuatlah tim beranggotakan 50 orang untuk mengerjakan Google Maps. Singkat cerita pada 8 Februari 2005, Google Maps dirilis pertama kali di Amerika Serikat, kemudian Inggris dua bulan kemudian.

Saat itu, Google sejatinya kalah start dari Yahoo soal peta online. Yahoo Maps sudah dirilis sejak tahun 2002. Tapi Google Maps dengan cepat menyalip dan akhirnya jauh lebih populer dibandingkan Yahoo Maps.

"Memang bukan yang pertama, tapi peranan Google Maps dalam mentransformasi peta digital, membuatnya populer dan menjadikannya konsumsi publik tidak bisa disepelekan," ucap Gary Gale, pakar di perusahaan peta Ordnance Survey yang dikutip detikINET dari Guardian.

Google Maps terus berkembang. Tahun 2005 itu juga, Google menambahkan fitur untuk menunjukkan arah mengemudi atau ke transportasi publik. Komitmen Google di layanan peta digital semakin jelas ketika mereka merintis Google Earth.

"Tujuan kami adalah menciptakan peta seluruh dunia, sebuah bumi yang bisa Anda jelajahi," kata John Hanke, pendiri Keyhole dan mantan Vice President Google Geospatial Division sampai tahun 2011. Maka terciptalah Google Earth.

Kemudian Street View menjadi fitur tambahan Google Maps yang kontroversial tapi terbukti populer. Layanan itu rilis pertama kali di 2006 dan merekam beberapa kota di Amerika Serikat. Lalu diluncurkan di Eropa, Jepang serta Australia pada 2008.

Rupanya Street View adalah ide dari pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. "Larry dan Sergey berkeliling kampus Stanford. Larry mengambil foto dengan kamera DSLR dan menyatukan gambar-gambarnya. Jadi itu adalah ide dari mereka," papar Hanke.
Kisah Menarik di Balik Google Maps, Aplikasi Favorit PemudikMobil perekam Street View. Foto: Google

Waktu itu, gambar dari pihak ketiga harganya mahal. Jadi, Google memutuskan berupaya sendiri dalam merintis Street View. Mereka merancang mobil untuk merekam berbagai lokasi. Kameranya canggih dan mampu merekam secara mendetail.

Era ponsel cerdas kemudian datang. Dan Google Maps pertama kali dirilis di smartphone di tahun 2007, tepatnya di generasi pertama iPhone.

"Smartphone menyebabkan orang kembali menyukai peta. Peta digital menjadi penting bagi kehidupan sehari-hari, Anda tidak akan membeli smartphone kalau tidak ada peta digitalnya," ucap Gale.

Google Maps kemudian menambahkan berbagai fitur seperti update trafik lalu lintas, navigasi satelit, dan lokasi berbagai tempat menarik termasuk restoran.

Pesaing Bermunculan

Google Maps seakan melaju sendirian, tapi kemudian pesing bermunculan. Pada tahun 2012, Apple mengakhiri kerja sama untuk membenamkan Google Maps di iPhone. Mereka menciptakan peta sendiri, Apple Maps.

Tapi Apple Maps banyak sekali mengandung error pada awalnya, bahkan menjadi bahan guyonan dan memaksa Apple minta maaf. Namun Apple belajar dari kesalahan sehingga saat ini, Apple Maps semakin mumpuni.

"Persaingan di industri peta belum berakhir dan memang tidak akan berakhir. Semuanya tentang membuat peta seakurat mungkin. Sebuah peta tidak pernah selesai dan selalu ada hal yang harus dikerjakan lagi. Mereka yang bisa memberikan apa yang diinginkan orang atau pebisnis, akan menang," pungkas Gale. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed