Kamis, 15 Jun 2017 16:47 WIB

Laporan dari Tokyo

Line Ingin Penggunanya 'Gila' Video

Adi Fida Rahman - detikInet
CEO dan Representative Director Line Corporation Takeshi Idezawa. Foto: afr/detikINET CEO dan Representative Director Line Corporation Takeshi Idezawa. Foto: afr/detikINET
Jakarta - Sejak diluncurkan enam tahun lalu, layanan aplikasi pesan Line terus berupaya memanjakan penggunannya. Mereka pun berencana membuat berkirim pesan video makin seru.

Hal tersebut diungkap CEO dan Representative Director Line Corporation Takeshi Idezawa saat membuka perhelatan Line Conference 2017. Dia mengungkap visi utama perusahaannya dalam lima tahun ke depan.

Ada tiga visi yang akan dijelankan perusahaan yang bermarkas di Jepang itu, yaitu membuat semuanya terhubung, divideokan dan artificial inteligent (AI). Visi tersebut guna mewujudkan misi Closing the Distance yang mulai digaungkan tahun lalu menuju tahap selanjutnya.

Line Ingin Penggunanya 'Gila' VideoCEO dan Representative Director Line Corporation Takeshi Idezawa. Foto: afr/detikINET

Agar semua orang dapat terhubung, Line akan tidak sekadar aplikasi pesan. Tapi akan menjadi hub dari berbagai aplikasi.

"Nanti beli minum di vending machine tidak perlu uang cash. Bisa pakai aplikasi Line," kata Takeshi saat di Line Conference yang berlangsung di Shibuya, Tokyo, Kamis (15/7/2017).

Line pun menyadari banyaknya pengguna milenial yang menggunakan aplikasi mereka. Karena itu mereka makin memfokuskan diri pada konten video. Karena itu mereka menghadirkan banyak fitur video baru yang memberikan pengalaman lebih seru.

Sejumlah filter disematkan pada video. Ada pula Slideshow untuk mengumpulkan foto dengan efek musik. Penggunapun dapat melakukan live video langsung di aplikasi.

"Kami ingin semua divideokan," kata Takeshi.

Visi terakhir AI. Line berkeinginan adanya AI akan membantu hidup pengguna makin nyaman dengan produktif.

"Kami telah mengenalkan platfom AI bernama Clova di Mobile World Congress 2017. Kami akan memperluas ekosistemnya karena semua kehidupan akan terintegrasi dengan AI," ujar pria kelahiran 9 Juni 1973 ini. (afr/yud)