BERITA TERBARU
Senin, 05 Jun 2017 16:49 WIB

WWDC 2017

Yuma Soerianto, Bocah yang Menuai Pujian Bos Apple

Rachmatunnisa - detikInet
Yuma Soerianto memperlihatkan aplikasi buatannya ke Tim Cook (Foto: Sydney Morning Herald) Yuma Soerianto memperlihatkan aplikasi buatannya ke Tim Cook (Foto: Sydney Morning Herald)
Jakarta - Terbang dari Melbourne, Australia ke Amerika Serikat (AS), bocah 10 tahun Yuma Soerianto memboyong aplikasi buatannya ke hadapan CEO Apple Tim Cook. Senangnya Yuma, bos Apple memuji karyanya.

Siswa Middle Park Primary School, Melbourne, Australia ini menjadi developer aplikasi termuda di ajang Worldwide Developers Conference (WWDC), ajang tahunan Apple yang segera berlangsung dalam hitungan jam.

Yuma mulai suka belajar coding, karena menurutnya PR di sekolah kurang menantang. Dia menciptakan aplikasi pertamanya tahun lalu dan saat ini sudah punya lima aplikasi yang dipajang di App Store.

Bertemu dengan CEO Apple tentu sangat menggembirakannya. Yuma secara langsung mengemukakan ide-idenya kepada orang nomor satu di Apple tersebut. Dari sejumlah aplikasi yang dibuatnya, ada satu yang paling mengesankan Tim Cook.

Seperti dilansir dari Sydney Morning Herald, Senin (5/6/2017), aplikasi tersebut dibuat Yuma di pesawat dalam perjalanan dari Australia menuju AS. Yuma membuatnya untuk membantu orangtuanya menentukan harga sebuah barang.

Harga ini sudah termasuk harga sesuai penjual lokal dan pajak, serta disajikan dalam bentuk yang sudah dikonversi ke mata uang yang digunakan. Ini menurutnya akan berguna ketika mereka pergi berbelanja souvenir untuk oleh-oleh dari perjalanan mereka.

"Keren sekali, hebat," komentar Cook setelah menyaksikan Yuma mendemokan aplikasinya.

"Dan kamu membuatnya di pesawat dalam perjalanan dari Australia ke AS? Wow. Kamu bisa membuat aplikasi dalam hitungan jam. Saya terkesan. Saya tak sabar melihat karyamu selanjutnya," puji Cook.

Yuma Soerianto, Bocah yang Menuai Pujian Bos AppleFoto: Getty Images


Siapa Saja Bisa Coding

Yuma mempelajari kode pemrograman Swift yang dia gunakan untuk membuat aplikasi, melalui kursus online dari Stanford University. Anak cemerlang ini tak hanya developer aplikasi, tetapi juga senang membantu anak-anak lain, bahkan orang dewasa, melalui channel YouTube-nya Anyone Can Code.

Meski baru sepuluh tahun, Yuma termasuk anak-anak yang punya semangat dan ambisi besar.

"Saya ingin jadi Batman," ujarnya saat ditanya cita-citanya.

"Saya bercanda. Saya ingin membuat aplikasi yang bisa merevolusi dunia. Saya juga ingin mengajari seluruh dunia bagaimana caranya coding dan membuat mereka suka melakukannya," kata Yuma panjang lebar.

Yuma mengatakan, coding adalah sesuatu yang bisa dipelajari oleh siapa saja. "Kamu bisa coding, jika kamu sabar melakukannya dan senang melakukannya," ujarnya.

Disebutkan Yuma, pada beberapa bagian proses membuat aplikasi, dia dibantu oleh kedua orangtuanya, terutama sang ayah.

"Saya melakukan semua proses coding, namun saya tahu bahwa aplikasi yang bagus juga memerlukan desain dan pengalaman yang bagus untuk pengguna," ujarnya.

Maka dia pun menyerahkan bagian itu pada ayahnya, Hendri, yang merupakan desainer interaktif. Tantangan lain yang dihadapinya saat membuat aplikasi adalah sejumlah isu dalam memahami logika di balik proses pengembangan aplikasi.


Yuma Soerianto, Bocah yang Menuai Pujian Bos Apple(Foto: Sydney Morning Herald)


"Saya senang bermain logika, jadi saya berusaha melompati rintangan," ujarnya.

Lima aplikasi buatan Yuma yang ada di App Store saat ini adalah Let's Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck dan Pocket Poke. Semua aplikasi ini gratis, namun Yuma mendapatkan keuntungan dari iklan di aplikasi tersebut.

Yuma bercerita bahwa dirinya mendapatkan ide dari mana saja, dan sering terinspirasi dari masalah yang ingin dia selesaikan. Salah satu contohnya adalah aplikasi Hunger Button.

"Ketika pergi makan malam dengan orangtua saya, kami tidak tahu mau makan di mana," kisahnya.

Aplikasi tersebut memanfaatkan data lokasi pengguna untuk merekomendasikan restoran terdekat secara random, disertai informasi rating dan arah untuk menuju ke sana. Hebat, Yuma! (rns/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.