Selasa, 23 Mei 2017 10:02 WIB

Catatan dari Mountain View

Hadir di iOS, Begini Cara Google Assistant Saingi Siri

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Bukan tanpa alasan jika Google memperluas Google Assistant ke iOS. Meskipun Google tahu bahwa mereka harus bersaing keras dengan layanan serupa yakni Siri di platform tersebut.

Pasalnya, kemampuan Google Assistant di iOS akan memiliki sejumlah kekurangan karena keterbatasana Application Programming Interface (API). Layanan ini hanya bisa digunakan untuk perintah sederhana.

Selain itu, perintah suara 'Ok Google' pun tidak akan bekerja. Asisten virtual Google ini tidak bisa diaktifkan dengan hanya menekan tombol Home, tetapi harus tap ikon aplikasi Google Assistant.

Dalam salah satu sesi wawancara dengan media di sela perhelatan Google I/O pekan lalu, Product Management Director Google Assistant Gummi Hafsteinsson mengatakan ada tiga kelebihan Google Assistant yang membuat Google pede menghadirkan Assistant di iOS.

"Google menempatkan Assistant di sebanyak mungkin tempat untuk memudahkan pengguna bisa dengan cepat memanggilnya, kapan pun mereka membutuhkan. Jika berbicara skala kami dalam menjangkau pengguna, Assistant saat ini sudah digunakan di lebih dari 100 juta perangkat Android," kata Hafsteinsson.

Kedua, sama seperti Siri yang bekerja dengan semua layanan Apple, Assistant juga bekerja dengan berbagai layanan Google yang begitu banyak. Itu artinya, tak hanya ponsel Android, tetapi semua perangkat Android seperti TV, Chromecast sampai Google Home.

Ditambah lagi, di acara Google I/O, Google mengumumkan pula bahwa pihak ketiga akan bsia terintegrasi dengan Assistant melalui perangkat buatan mereka. Ini artinya, akan ada ekosistem yang lebih besar untuk Assistant dalam waktu dekat.

"Semua layanan terintegrasi dengan Google Assistant dan layanan Google. Kami juga baru mengumumkan, Anda bisa terkoneksi dengan layanan pihak ketiga. Anda bisa terkoneksi dengan begitu banyak brand dan layanan," sebut Hafsteinsson.

Terakhir, machine learning yang digunakan, menurut Hafsteinsson, membuat Assitant semakin pintar dan natural. Hampir 70% permintaan Assistant diekspresikan melalui bahasa dan percakapan natural, bukan lagi keyword umum yang diketikkan orang di pencarian web.

"Dari segi teknologi AI, kami punya machine learning yang membuat Assistant mampu memahami percakapan dan pengalaman menggunakannya benar-benar natural serta sesuai konteks," ujarnya.

Di balik machine learning Google Assistant, ada dukungan Knowledge Graph yang menambah kekuatannya. Knowledge Grap adalah basis pengetahuan yang digunakan Google untuk meningkatkan kemampuan hasil pencarian search engine miliknya dengan mengumpulkan informasi semantik dari berbagai sumber.

Artinya, ketersediaan 'bank' informasi yang bisa dijawab Assistant lebih luas dibandingkan Siri. Selain itu, dengan berbagai update Assistant yang diumumkan di Google I/O, layanan ini bekerja lebih baik dalam memahami kata atau kalimat dan bisa merespons cepat.

(rns/yud)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed