BERITA TERBARU
Sabtu, 15 Apr 2017 09:29 WIB

Iklan United Diledek Netizen, Orang Terkaya Anjlok Rp 700 Miliar

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Gettyimages Foto: Gettyimages
Jakarta - Maskapai United Airlines masih terus jadi pergunjingan netizen, menyusul kasus pengusiran penumpang yang bikin heboh dunia dan imbasnya ikut membuat salah satu orang terkaya dunia kehilangan Rp 700 miliar dalam sepekan.

Yang terbaru, video iklan milik maskapai itu diedit oleh para netizen untuk mengolok-olok tagline mereka sebelumnya yang mengklaim "sangat bersahabat kala mengudara".

Berikut cuplikannya:



Video ini juga merupakan lanjutan dari gelombang aksi protes yang dilancarkan para netizen atas kasus yang menimpa David Dao, seorang kakek berusia 69 tahun, yang dipaksa turun dari pesawat dengan cara kekerasan.


Setelah insiden yang menimpa dokter keturunan Vietnam itu mendunia, satu per satu kisah soal buruknya pelayanan United Airlines muncul. Salah satunya yang menimpa seorang nenek berusia 94 tahun.

Disampaikan Maricelle Ortiz-Luis, warga Kota Melbourne, Australia, insiden ini menimpa neneknya, Paz Orquiza, pada Maret lalu. Ketika itu, Paz ingin mengunjungi sejumlah kerabatnya di California, Amerika Serikat, ditemani putrinya Rose Benedicto.

Perjalanan dari Melbourne ke Los Angeles membutuhkan waktu sedikitnya 16 jam. Sehingga keluarga patungan membelikan tiket kelas bisnis dengan harga USD 3.500 atau sekitar Rp 46 juta agar nenek Paz nyaman sepanjang penerbangan.

Iklan United Diledek Netizen, Orang Terkaya Anjlok Rp 700 MiliarFoto: Gettyimages

"Nenek adalah orang yang santai dan riang. Dia tak pernah mengeluh dan masih bisa menjalankan hidupnya sendiri," kata Maricelle. "Hanya, nenek butuh orang membantu dia berjalan menuju kamar mandi dan kembali ke kursinya."

Sang nenek, lanjut Maricelle, juga masih bisa makan sendiri tetapi butuh seseorang untuk memegangi tempat makan dan mengatur sandaran kursi. "Karena menderita artritis maka tangannya selalu bergetar jadi sulit memegang sesuatu atau mengatur sandaran kursi," tambah dia.

Dalam penerbangan ke Los Angeles itu, Rose bolak-balik dari kelas ekonomi ke kelas bisnis untuk membantu ibunya. Sepanjang perjalanan menuju Los Angeles semua lancar, Rose bisa membantu nenek Paz dengan seizin pramugari kelas bisnis.

Namun, saat akan kembali ke Australia, United Airlines tak mengizinkan skema serupa dilakukan. "Hanya ada dua pilihan yang ditawarkan kepada kami," kata Maricelle.

"Nenek tetap di kelas bisnis tanpa bantuan saat makan atau ke kamar mandi. Akhirnya nenek memilih duduk di kelas ekonomi selama 16 jam," tambah dia.

Pihak keluarga lalu mengajukan keluhan kepada maskapai United Airlines. Setelah dua pekan penyidikan ternyata pihak maskapai menyimpulkan hal yang berbeda.

United Airlines kemudian meminta maaf dan menawarkan kompensasi berupa voucher penerbangan bernilai Rp 6,6 juta dan pengembalian uang tiket sebesar Rp 11,5 juta.

Tak puas dengan respon United Airlines, keluarga nenek Paz beralih ke Facebook dan menceritakan seluruh kisah mereka. Mereka juga tak menggugat tetapi mengingatkan semua penumpang United Airlines dengan situasi yang sama agar siap menghadapi kemungkinan yang buruk.


Saham Anjlok

Imbas dari rentetan kasus ini pun berbuntut panjang. Kinerja saham induk perusahaan penerbangan ini, United Continental Holdings Inc, langsung menukik tajam. Bahkan, banyak investor juga akhirnya merugi.

Salah satu investor yang merugi akibat anjloknya saham United adalah salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett.

Pasalnya, saham United yang berkinerja buruk selama sepekan terakhir juga ikut menyeret saham sektor terkait, termasuk maskapai penerbangan lain menuju pelemahan.

Iklan United Diledek Netizen, Orang Terkaya Anjlok Rp 700 MiliarFoto: Gettyimages

Seperti detikINET kutip dari Market Watch, Sabtu (15/4/2017), saham United sejatinya sudah melemah 2,6% sejak pekan lalu.

Sementara itu, indeks saham penerbangan pada bursa saham New York (NYSE) Arca Airline Index XAL melemah 0,92%. Saham United yang dimiliki publik mencapai sekitar 314,6 juta lembar saham.

Dalam sepekan ini, kapitalisasi pasar maskapai tersebut sudah terkikis 569,5 juta dollar AS. Buffett memiliki 28,951 juta saham United per 14 Februari 2017. Dengan kepemilikan saham mencapai 9,2%, Buffett sejauh ini adalah pemegang saham terbesar United.

Apabila jumlah kepemilikan saham itu tidak berubah, maka Buffett telah merugi mencapai USD 52,4 juta atau sekitar Rp 700 miliar dalam sepekan ini. Adapun sejak 14 Februari 2017, Buffett sudah merugi sekitar USD 135,2 juta.

Sementara itu, CEO United Oscar Munoz memiliki 207.772 lembar saham maskapai yang dipimpinnya itu. Dengan demikian, Munoz rugi USD 376.000 sejak sepekan lalu. (rou/mag)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed