BERITA TERBARU
Jumat, 10 Mar 2017 10:16 WIB

Video Kreatif Anak Banyumas yang Bisa Bikin Terbahak-bahak

Arbi Anugrah - detikInet
Foto: arb/detikcom Foto: arb/detikcom
Banyumas - Siapa yang tidak tahu bahasa 'Ngapak', sebuah dialek Jawa Banyumasan yang lebih dikenal oleh banyak orang. Melalui Ide kreatif, inovatif, sekelompok anak muda di Banyumas mampu membuat film parodi dan comedy dengan bahasa ngapak atau bahasa Banyumasan.

Meskipun bahasa Ngapak terdengar sedikit kasar, tapi film yang di gagas dan dibuat oleh para sineas muda seperti Silo, Aming, Abad, Fian, Argiyan, Fatta, Febri, Eplox dan Yanto dapat mengundang gelak tawa bagi orang yang menonton film tersebut, meskipun tidak mengerti bahasanya.

Anak-anak muda kreatif ini memanfaatkan media seperti Youtube, Instagram agar semua film pendek berbentuk parodi dan comedy dapat ditonton oleh banyak orang. Jadi tidak salah jika Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami pertumbuhan YouTube paling besar di dunia.

"Awalnya itu sebenernya arahnya pingin salurin ide-ide, apalagi kita anaknya pada seneng glewehan (bercanda), jadi supaya bisa disalurkan, apalagi ada media youtube juga kenapa tidak dimanfaatkan," kata Teguh Susilo atau biasa akrab dipanggil Silo saat berbincang dengan detikcom di Basecamp Koplak Story di Jl Ampel, Desa Kedungwringin, Kecamatan Patikraja, Banyumas.

Menurut Silo, Ide awal membuat film pendek dan parodi Koplak Story berbahasa 'Ngapak' itu diambil dari cerita-cerita atau berita serta isu yang sedang ramai diperbincangkan, kemudian dengan ide kreatif mereka buat sebuah parodi atau comedy dengan menggunakan bahasa 'ngapak'.

"Kadang-kadang kalau lagi kumpul-kumpul sama temen koplak lain, kita ya ada satu yang nyeletuk. Ih.. kita buat yang kayak gini yuk. Jadi idenya timbul gitu aja, atau biasanya di youtube itu ada yang lagi ramai coba gimana dibikin parodinya. Kita buat cerita yang sama tapi dikemas berbeda," ucap Silo yang tengah membuat film comedy 'ngapak' berjudul 'Surat Cinta Si Tarlem' yang diambil dari film pendek 'Surat Cinta Starla'.

Tapi tidak hanya membuat film yang sedang ramai di Youtube. Mereka juga membuat film pendek lainnya dari hasil pemikiran mereka sendiri. Seperti film 'Jaman Dulu VS Jaman Sekarang'. Dimana isi dalam film pendek tersebut lebih pada pesan pada para pemuda jaman sekarang dengan cara membandingkan pemuda jaman perjuangan dengan pemuda jaman sekarang dengan dikemas banyolan banyolan hingga membuat orang yang menonton terpingkal-pingkal dengan bahasa 'ngapak' yang kental.



"Film itu lebih ke banyak bercerita tentang membandingkan anak muda dulu dan anak muda sekarang. Anak muda jaman sekarang, apa sih yang bisa kita lakukan untuk Indonesia ini. Perjuangan orang dulu kan sudah susah payah, jadi bagaimana anak muda sekarang bisa lebih kreatif dan lebih menghargai," ujarnya.

Koplak Story sendiri, lanjut Silo sudah berdiri sejak 2015 dan mulai mengapoload film pendek dan film parodinya di Youtube sejak 19 november 2015, dan hingga saat ini sudah sebanyak 8.988 subscriber serta 2.265.814 kali ditonton oleh orang. Film lucu karya mereka diantaranya berjudul 'Download Anak', 'Kado Valentine Terindah", "Om Telolet Om", "Jaman Dulu vs Jaman Sekarang".

"Film pendek hingga saat ini tidak sampai 10 film, tapi kalau video-video ada sekitar 25 video termasuk yang di Instagram. Ya filmnya pernah masuk di The Comment sama On The Spoot juga, kedepan kita akan buat yang web series" jelasnya.

Tapi dari semua karya-karya yang telah mereka hasilkan tersebut. Siapa yang menyangka jika hasil karya yang mereka buat tersebut dilakukan sendiri tanpa kursus pengambilan gambar, editing bahkan tanpa sekolah akting, semua mereka lakukan secara otodidak dan belajar dari melihat film-film pendek di Youtube.



"Belajarnya itu otodidak sambil kita lihat dari film-film pendek. Awal modal nekat, tidak ada pengalaman di teater. Ikut pelatihan teater juga sama sekali tidak pernah. Semua mengalir begitu saja,"

Para pemuda kreatif yang sebagian besar sudah lulus kuliah disalah satu perguruan tinggi di Kota Purwokerto juga sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam teknik pengmbilan gambar video.

"Teknik pengambilan gambarnya sendiri semuanya mengalir. Sama sekali tidak ikut pelatihan teknik pengambilan gambar. Bidang studynya kita dari system informatika di Amikom Purwokerto. Sekarang di Koplak Story yang masih kuliah tinggal satu dan yang lain sudah lulus dan kerja, ada juga yang jadi dosen malah," ungkapnya.

Meskipun semua karya yang dibuat oleh Koplak Story dilakukan secara otodidak, namun karya mereka seakan seperti karya yang dibuat oleh seorang profesional. Semua itu juga tidak lepas dari hasil kumpul mereka dengan film maker- film meker Purwokerto sambil berbagi-bagi pengalaman. Hasilnya, berbagai cara teknik pengambilan gambar hingga proses syuting bisa mereka kuasai.

"Belajar buat scrip itu juga ngalir, bertemu sama orang-orang yang pengalaman, paling tidak semakin kesini semakin nambah terus pengalamannya," ujarnya.

Bersama teman-teman Youtubers, mereka juga ikut bergabung dalam Komunitas Youtubers Creator Purwokerto, yang didirikan sejak 2016 untuk mengumpulkan para youtubers Purwokerto yang selama ini terpencar-pencar.



(arb/yud)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed