Kenapa demikian? Rupanya harga sewa ataupun beli tempat tinggal di kota tersebut adalah yang tertinggi di dunia. Menurut riset SmartAsset.com. pada tahun 2015, ongkos tinggal di San Francisco itu 62,6% lebih tinggi daripada angka rata-rata di Amerika Serikat.
Bayangkan, untuk menyewa apartemen dua kamar yang biasa saja, seseorang perlu menghasilkan USD 216.129 atau sekitar Rp 2,8 miliar per tahun agar tetap dapat hidup layak. Tak heran banyak yang kepayahan, termasuk sebagian pegawai Facebook di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karyawan Facebook bahkan tahun lalu mengangkat isu ini pada Zuck, meminta tolong apakah perusahaan bisa mensubdisi biaya sewa rumah mereka untuk membuat kehidupan mereka lebih baik," sebut Guardian yang dikutip detikINET, Senin (6/3/2017).
Membeli rumah sendiri di sekitar San Francisco bahkan dianggap kemustahilan. Seorang eksekutif marketing dan suaminya mengaku menghasilkan USD 1 juta per tahun, tapi tetap tak mampu membeli rumah.
Area itu pun disebut 'tidak Amerika', malah seperti sesudah perang dihantam inflasi terlampau tinggi. Walaupun demikian, tentu banyak yang bersyukur bisa mempunyai pekerjaan dan penghasilan besar.
Pasalnya, mereka yang pendapatannya rendah tentu lebih susah hidupnya. Memang, banyak gelandangan berkeliaran di San Francisco.
"Memang kita terjebak di situasi yang sangat tidak nyaman. Merasa bersalah karena banyaknya kemiskinan," ujar Michelle, seorang karyawan di sebuah perusahaan teknologi yang gajinya cukup tinggi. (fyk/fyk)