Lewat program #BekasJadiPensi, OLX sepertinya paham akan kesulitan anak-anak pelajar untuk menyelenggarakan sebuah pentas seni atau pensi di mana yang dibutuhkan tak hanya konsep acara yang matang namun harus ada dana yang mencukupi.
"Sebuah sifat dari anak-anak milennial adalah mereka senang untuk menjadi empower, mereka cuma perlu di-guide dan perlu dikasih pencerahan bahwa ada cara baru untuk menyelenggarakan pensi," kata CEO OLX Daniel Tumiwa, di Senayan City, Kamis malam (23/2/17).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut lantas jadi alasan OLX untuk mendorong pelajar untuk lebih mandiri dan kreatif, agar mau berusaha mencari dana untuk acara pensi yang akan mereka selenggarakan. Tidak dengan cara minta dana ke para sponsor, tapi berusaha sendiri dengan menjual barang-barang yang tak terpakai dan dari hasil penjualan tersebut bisa digunakan untuk membantu penyelenggaraan pensi.
"Kami percaya edukasi tentang barang-barang yang tak terpakai akan sangat dihargai orang lain yang memang membutuhkan adalah sesuatu yang mulia. Jadi kita mulai program ini di umur yang cukup muda yaitu di level SMA," imbuhnya lagi.
Tak hanya meminta pelajar untuk berjualan barang-barang bekas, OLX juga akan ikut andil perihal pendanaan acara pensi. Caranya, OLX akan melombakan kegiatan jual barang-barang bekas mereka dan memberikan topup nilai sponsorhip. Tiga pemenang teratas akan dipilih dengan masing juaranya memperoleh hadiah uang senilai 50 juta, 30 juta dan 20 juta. Selain itu masing-masing juara acara pensinya juga akan diramaikan grup penyanyi RAN.
"Kami bangga bisa terlibat dalam program #BekasJadiPensi. Program ini memberi inspirasi kepada para pelajar untuk lebih mandiri dan kreatif dalam mendanai pensi mereka. Membuat acara secara mandiri, dengan usaha dan kerja keras bersama teman satu sekolah, pasti akan sangat memuaskan bagi mereka" ujar Rayi salah satu personil RAN.
(jsn/yud)