Hal tersebut diungkap Managing Director Line Indonesia Ongki Kurniawan. Dia mengatakan, selama 2016 pihaknya merilis 35 stiker gratis dan sudah didownload sebanyak 88,3 juta kali.
"Di Indonesia, tercatat ada 8,6 miliar stiker dikirimkan pengguna," kata Ongki dalam acara Business Outlook 2017, di Jakarta, Rabu (8/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga stiker umumnya 100 koin atau sekitar Rp 24 ribu. Stiker sachet 10%-nya atau Rp 2.400, isinya cuma 8 stiker," jelas Ongki.
Ke depan, stiker tetap menjadi salah satu andalan Line. Pasalnya, stiker tak hanya dimanfaatkan sebagai sumber pendapatannya, tetapi juga menjadi tempat berkreasi talenta lokal di Tanah Air.
"Suksesnya Line di Indonesia karena strategi melokalisasi diri. Terbukti adanya stiker-stiker lokal, pengguna jadi lebih responsif. Dan ini akan kita akan lanjutkan terus," ujarnya.
Ongki juga membeberkan prestasi para kreator stiker Line lokal. Dikatakannya para kreator lokal tersebut tak hanya jadi tuan di rumah sendiri, tetapi juga merambah ke sejumlah negara.
"Jadi mereka bisa cari duit di negara lain dan mendatangkan devisa untuk kita," pungkas Ongki. (afr/rns)