Lantas, apa tanggapan Zumi terhadap komentar sinis para netizen?
"Ketika saya jadi Gubernur, saya sudah berjanji dan bersumpah. Apa yang saya lakukan kemarin pasti akan ada pro dan kontra, saya hargai itu semua. Dan sebelum saya lakukan sidak, saya tahu akan ada risiko dicaci, dimaki dan dibenci," ucap Zumi kepada detikINET saat berkunjung ke kantor detikcom, Jakarta, Rabu (1/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zumi juga menambahkan, menurut catatannya, saat ini telepon genggam yang digunakan mencapai dua kali lipat lebih besar dari jumlah penduduk Indonesia. Itu artinya, kata dia, satu orang bisa memakai 2-3 ponsel. Dipastikan olehnya, salah satu ponsel tersebut digunakan untuk bersosial media.
Foto: Daniel Ngantung/Wolipop |
"Media sosial itu seperti uang logam ada sisi positif jika digunakan dengan bijak dan negatif tergantung nawaitu-nya apakah untuk menyebarkan kebohongan atau kejelekan" jelasnya.
Ia pun menilai hadirnya media sosial apapun bisa dilakukan, semua orang bisa berkomentar apa saja, dimana saja dalam kondisi apapaun terhadap sosial media. Maka itu ia tidak memusingkan serangan terhadap dirinya di media sosial.
"Karena semua orang bisa mengatakan apa saja di media sosial, biar saja orang membenci, mem-bully saya. Yang penting adalah masyarakat di Jambi agar lebih sejahtera dan mendapatkan pelayanan lebih karena itu tugas saya sebagai Gubernur Jambi," tambahnya.
Media sosial pun dimanfaatkan Zumi sebagai media penyampaian informasi dan prgoram kerjanya karena lebih efesien dan cepat tersebar kepada masyarakat khususnya di Jambi. Selain itu ia juga sedang membentuk tim cyber untuk membuka akun khusus untuk menerima keluhan baik di Facebook, Instagram dan Twitter.
"Kita sedang mempersiapkan tim yang akan menerima keluhan masyarakat yang dinamai 'Gubernur Jambi Menjawab'. Jadi bisa lewat SMS dan sosial media seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Dan tim ini akan menampung dan meneruskan ke setiap dinas. Karena pengguna media sosial di Jambi cukup banyak terutama Facebook," pungkasnya.
Saksikan video 20detik di sini:
(rou/rou)
Foto: Daniel Ngantung/Wolipop