Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Awas! Stalking Mantan di Tahun Baru Picu Depresi

Awas! Stalking Mantan di Tahun Baru Picu Depresi


Hestianingsih - detikInet

Foto: Thinkstock
Jakarta - Mendekati pergantian tahun, disarankan Anda sebaiknya tidak stalking akun mantan kekasih atau teman yang tidak terlalu dikenal di Facebook. Jika 'nekat' melakukannya, Anda bisa menjadi stres bahkan depresi ringan.

Setidaknya itulah yang terungkap dalam hasil penelitian terbaru. Studi dari University of Copenhagen menunjukkan stalking mantan kekasih di social media, khususnya Facebook berdampak buruk bagi kesehatan mental. Tidak hanya stalking kekasih, tapi juga setiap orang yang Anda tahu.

Mengintai akun Facebook seseorang tanpa bersosialisasi dengan 'teman' secara nyata bisa membuat orang merasa sedih, terutama saat momen spesial seperti perayaan Natal atau Tahun Baru. Hal ini bisa terjadi karena saat perayaan hari raya atau pesta, postingan tentang keriuhan, keceriaan dan kebersamaan bersama keluarga ataupun teman mengesankan kehidupan orang lain yang lebih sempurna ketimbang diri sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada momen-momen tersebut, kebanyakan orang hanya akan memperlihatkan kehidupan mereka yang bahagia dan positif kepada para temannya di social media. Banyaknya postingan yang menyiratkan kebahagiaan dan kesenangan akan membuat yang melihatnya membandingkan seperti apa kehidupan sosial yang sempurna.

Studi yang dimuat dalam jurnal Cyberpsychology ini melibatkan lebih dari 1.300 partisipan. Penelitian dilakukan dengan melacak aktivitas online mereka. Dari hasil analisa, penggunaan social media setiap hari bisa memengaruhi kesehatan emosional dan tingkat kepuasan dalam hidup.

Gambaran kehidupan yang ideal jadi terbentuk; selalu bersenang-senang, bahagia dan penuh keceriaan. Padahal kehidupan tidak selalu sesempurna seperti yang tergambar dalam postingan foto, status atau video.

"Jutaan jam dihabiskan di Facebook setiap hari. Kita sekarang memang jauh lebih terhubung dengan orang dibandingkan sebelumnya, tapi apakah hubungan ini baik untuk kita? Menurut studi saat ini, jawabannya tidak," demikian yang tertulis dalam laporan studi, seperti dikutip dari Daily Mail.

Studi tersebut juga menyatakan, postingan di Facebook berpotensi membuat orang lain iri karena menganggap kehidupan mereka jauh lebih baik dari dirinya sekarang. Terlebih lagi jika konsumsi Facebook tak terkontrol. Misalnya dalam sehari seseorang bisa menggunakan Facebook puluhan kali dan dalam waktu yang lama.

Terlepas dari itu, fungsi Facebook sebenarnya cukup membantu untuk menjaga tali silaturahmi antar teman, rekan kerja ataupun kerabat. Namun sebaiknya konsumsinya dibatasi, apalagi di momen-momen menjelang perayaan hari besar.

Ya, studi ini menyarankan Anda untuk tidak sering-sering stalking Facebook orang lain saat Natal atau Tahun Baru. Lebih baik gunakan waktu libur panjang untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan 'kehidupan nyata' yang ada di depan mata. Setuju dengan hasil penelitian ini? (hst/rns)




Hide Ads