Seorang mantan karyawan Uber bernama Samuel Ward Spangenberg mengungkap sejumlah informasi mengenai Uber dalam gugatannya yang ia daftarkan di Superior Court of California. Menurut Spangenberg, Uber menyepelekan keamanan data pelanggannya.
Spangenberg mengatakan, karyawan Uber bisa mengakses informasi pelanggan seperti data perjalanan dari para pelanggan Uber. Mulai dari politisi, selebriti, bahkan pasangan mereka atau pun mantan pacar, atau mantan suami atau istri, bisa dikorek informasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuduhan Spangenberg ini tentu ditepis oleh Uber, di mana mereka mengatakan telah membatasi akses karyawan terhadap informasi pelanggan, demikian dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (13/12/2016).
Spangenberg, selama bekerja di Uber, berperan sebagai penyelidik forensik. Ia menggugat Uber karena permasalahan diskriminasi umur, dan sejumlah permasalahan lainnya. Ia sendiri dipecat setelah bekerja selama 11 bulan karena mempermasalahkan perlindungan data pelanggan di Uber.
Pada 2014, seorang eksekutif Uber pernah dituduh menggunakan sebuah fitur bernama 'god view' untuk memantau pergerakan sejumlah wartawan dan orang-orang lain tanpa sepengetahuan mereka.
Fitur yang membolehkan karyawan untuk melihat data perjalanan para pengguna Uber ini membuat Uber didenda sebesar USD 20 ribu untuk kebocoran data. (asj/rns)