Deputy Chairman for Infrastructure Bekraf Hari Sungkari mengatakan, bahwa kendala yang ditemui pihaknya dalam mengembangkan Gempita adalah masalah royalti. Bagaimana nantinya musisi-musisi ini bisa mengetahui berapa nilai yang bisa didapat ketika bergabung dengan Gempita.
"Kami ingin sebenarnya penulis lagu atau musisi ini secara transparan bisa tahu berapa orang yang mendengarkan lagunya. Sehingga mereka tahu berapa royalti yang ia dapat. Di industri sebelumnya, di mana berjualan musik fisik, mereka percaya-percaya saja kepada produser lakunya berapa keping. Di dunia digital tak bisa begitu," jelasnya pada detikINET di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (29/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Muhammad Alif Goenawan |
"Sekarang eranya indie. Raisa kan sudah indie. Dia tidak pakai label lagi. Memungkinkan di dunia digital," ujar Hari.
Meski demikian, Hari tetap ingin agar semua musisi Indonesia bisa dirangkul. Agar hal itu bisa terjadi, perlu digodok ulang yang namanya royalti dan bagaimana caranya agar semua produser-produser dan label rekaman bisa setuju dengan Bekraf.
Maka dari itu, Hari tidak bisa memastikan Gempita bisa rilis tahun 2016. "Teknologinya sih sudah ada. Tapi kami tidak bisa meluncurkan sekarang. Karena belum final kebijakan royalti. Sedang digodok oleh Lembaga Manajemen Kolektif di bawah Kementerian Hukum dan HAM ," pungkasnya. (mag/rou)
Foto: Muhammad Alif Goenawan