Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Facebook Memperlakukan Kami Seperti Sampah'

'Facebook Memperlakukan Kami Seperti Sampah'


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto: GettyImages
Jakarta - Facebook sedang bermasalah dengan banyaknya konten atau berita hoax. Menurut mantan karyawannya, itu karena kesalahan Facebook sendiri.

Seorang wanita bernama Mythili Sampathkumar mengaku pernah bekerja di Facebook untuk mengidentifikasi berita apa yang cocok masuk ke bagian trending di Facebook. Ia mengaku dipecat bersama para anggota timnya tanpa penghargaan yang pantas.

"Sebagai mantan penulis di Facebook Trending News, Facebook selalu menilai kami sebagai biang permasalahan berita hoax. Mereka memperlakukan kami seperti sampah karena kami semua karyawan kontrak dan dianggap hanya kepanjangan dari algoritma," sebut Mythili yang dikutip detikINET dari Gizmodo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merebaknya berita hoax di Facebook dituding turut mengantarkan Donald Trump jadi presiden Amerika Serikat. Analisis dari Buzzfeed menyebutkan kalau berita palsu lebih banyak jumlahnya di Facebook dibanding berita yang benar, sebelum pemilu dilakukan.

Mythili mengklaim kalau Facebook sebenarnya memang tidak terlalu peduli berita yang tampil palsu atau tidak. Mereka juga cenderung memilih berita konservatif atau memuaskan pengiklan.

"Dibanding mengecek fakta dan membiarkan tim penuh wartawan sebenarnya untuk melakukan pekerjaan, mereka malah tunduk pada tekanan sayap kanan dan pengiklan. Hasilnya jadi banyak berita palsu. Itu bisa dihindari kalau mereka memperlakukan tim kami seperti layaknya manusia," sergahnya.

Mark Zuckerberg selaku CEO dan pendiri Facebook sudah berjanji akan berusaha memberantas berita hoax di websitnya. Namun Mythili meragukannya.

"Jangan menganggap solusi dari masalah ini adalah algoritma yang lebih baik. Beberapa aspek dalam penilaian berita tidak bisa dilakukan melalui itu," pungkas dia.

(fyk/fyk)
TAGS





Hide Ads