Langkah ini tentu dimaksudkan untuk menghilangkan pemasukan mereka dari iklan yang dihasilkan dari jaringan iklan Facebook. Untuk melakukan hal ini, Facebook memasukkan situs berita abal-abal itu ke dalam kategori 'misleading, illegal and deceptive sites'.
Facebook sendiri sebelumnya menetapkan kalau situs-situs yang ada di dalam kategori ini tak bisa menggunakan Network Audience miliknya, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Selasa (15/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah yang diambil Facebook ini mungkin juga dilakukan untuk memperkuat argumen Mark Zuckerberg -- CEO-nya -- yang menepis anggapan kalau jejaring media sosial miliknya itu membantu kemenangan Donald Trump di Pemilihan Presiden (Pilpres) AS karena menyebarkan berita-berita bohong.
Facebook juga disebut sebenarnya sudah mengetahui kalau jejaring media sosialnya itu mempunyai masalah dengan situs berita palsu, dan mempunyai cara untuk memblokir situs-situs tersebut. Namun mereka memilih untuk tak memblokir situs tersebut karena akan menghambat kemunculan situs berita konservatif pada News Feed penggunanya. (asj/fyk)