Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ridwan Kamil: Smart City Bisa Prediksi Banjir

Ridwan Kamil: Smart City Bisa Prediksi Banjir


Adi Fida Rahman - detikInet

Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Siapa sangka untuk menerapkan smart city di Bandung, Ridwan Kamil membuat ratusan aplikasi. Bahkan salah satunya bisa mendeteksi banjir.

Sejak terpilih menjadi Walikota dua tahun lalu, Ridwan Kamil langsung menyulap Bandung menjadi kota pintar. Beragam aplikasi pun dibuat untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi warganya.

Hingga saat ini tidak kurang 400 aplikasi telah dibuat. Aplikasi tersebut dibuat oleh pengembang perorangan, grup mahasiswa hingga kalangan profesional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seberapa banyak aplikasi yang dibuat, sebanyak problem hidup kita. Karena di Bandung ada 400 masalah, saya bikin 400 aplikasi," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu kepada detikINET saat main ke kantor detikcom, Kamis petang (13/10/2016).

Salah satu aplikasi terbaru yang akan segera dirilis dapat memprediksi banjir. Aplikasi ini sendiri dibuat oleh para insinyur di ITB.

Penerapannya, Pemkot Bandung memasang alat yang dapat meramalkan cuaca tiga hari ke depan. Informasi yang didapat kemudian dikolaborasikan dengan peta gorong-gorong. Nantinya akan dapatkan data genangan yang akan terjadi.

"Peta akan langsung membuat informasi genangan. Kalau itu terjadi, antara saya kirim pasukan berwarna untuk segera menggali, atau menginformasikannya ke publik," jelas Kang Emil.

"Aplikasi ini cocok dipakai di Jakarta," imbuh pria berkacamata ini.

Selain aplikasi prediksi banjir, Pemkot Bandung juga membuat ePosyandu. Aplikasi yang dibuat enam bulan lalu ini sebagai rapor digital para bayi di Kota Kembang.

Dari aplikasi ini, kita bisa memonitor memonitor kesehatan bayi. Prosesnya petugas Posyandu akan mengimput data, informasinya yang dimasukkan akan bisa dilihat dari aplikasi di ponsel orang tua.

"Saya suka buka aplikasinya, bisa liat foto-foto bayi lucu," kata Emil.

Menyaingi Singapura

Hadirnya ratusan aplikasi digunakan Ridwan Kamil untuk mentransformasi segala dimenasi warga di Bandung secara digital.

"Saya bermimpi bisa mengejar Singapura. Mereka punya 1.600 aplikasi," katanya.

Meski ratusan aplikasi dibuat untuk menjawab masalah warga di Kota Bandung. Kang Emil dengan tangan terbuka akan memberikannya ke daerah lain agar dapat mengaplikasikan smart city.

Sayangnya, sejauh ini hanya sedikit daerah yang meminati. Malah kota-kota dari luar negeri yang lebih tertarik.

"Malah permintaan smart city dari kota-kota di Malaysia, misalnya Selangor ingin bikin Smart Selangor. Sebenarnya mending kota di Indonesia yang kerja sama," harapnya. (afr/rou)







Hide Ads