Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Rogoh Rp 39 Triliun, Ini Strategi Zuckerberg Perangi Penyakit

Rogoh Rp 39 Triliun, Ini Strategi Zuckerberg Perangi Penyakit


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto: Getty Images
Jakarta - Mark Zuckerberg dan sang istri, Priscilla Chan, merogoh kocek senilai USD 3 miliar atau di kisaran Rp 39 triliun. Mereka akan membiayai riset untuk memberantas penyakit berbahaya dan menciptakan masa depan lebih baik buat anak cucu.

Demi memuluskan ambisi besarnya itu, Zuck mendirikan pusat riset bernama Biohub senilai USD 600 juta yang digawangi Dr. Cori Bargmann, seorang dokter ahli saraf dan genetik terkemuka. Targetnya adalah memberantas penyakit dengan tenggat waktu sampai akhir abad ini.

"Aku dan Priscilla di tahun-tahun belakangan ini telah berdiskusi dengan lusinan ilmuwan dan pakar top yang yakin bahwa adalah mungkin untuk menyembuhkan, mencegah atau mengendalikan segala penyakit di akhir abad ini," tulis Zuck di Facebook.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu bukan berarti tidak ada yang sakit, namun kita akan lebih sedikit sakit dan ketika itu terjadi, kita akan selalu bisa mengidentifikasi dan merawatnya atau setidaknya membuatnya tidak berbahaya," jelasnya.

Ilmu obat-obatan menurut Zuck baru ada sekitar seabad, namun perkembangannya luar biasa, misalnya keberhasilan memberantas campak dan polio. Harapan hidup juga kian tinggi di mana Zuck yakin akhir abad ini, harapan hidup rata-rata bisa tembus seratus tahun.

Penyakit Paling Berbahaya

Saat ini, kebanyakan orang meninggal dunia karena empat jenis penyakit yaitu jantung, kanker, penyakit infeksi dan penyakit saraf seperti stroke. Keempat penyakit itulah yang akan menjadi fokus tim ilmuwan Zuckerberg.

"Aku tak ingin menyederhanakan masalah. Tiap kategori penyakit itu punya kondisi berbeda. Namun ada strategi dan teknologi umum yang bisa kami kembangkan untuk lebih memahami dan melawannya dengan lebih efektif," lanjut Zuck.

Teknologi yang bisa dipakai misalnya software kecerdasan buatan untuk mengintrepertasi gambar otak, chip untuk melakukan diagnosa dan sebagainya. "Kami fokus membangun tool baru untuk mendorong seluruh komunitas ilmuwan membuat terobosan terkait penyakit tersebut," tambah dia.

Zuck pun berharap upayanya ini akan mendapat dukungan besar dari masyarakat dan pemerintah. "Ingat, ini adalah usaha jangka panjang. Kami berencana menginvestasikan miliaran dolar. Butuh waktu tahunan untuk membuat tool pertama dan lebih lama lagi sebelum bisa digunakan menyembukan penyakit. Memang susah dan kita harus sabar,"

"Ini adalah tentang masa depan yang kita inginkan untuk anak-anak kita dimanapun mereka berada. Bersama-sama, kita memiliki kesempatan nyata mewariskan dunia yang lebih baik bagi mereka," pungkas Zuck.

(fyk/ash)







Hide Ads