Keduanya berhadapan dalam persaingan mendapatkan perhatian penonton live video. Setiap momen tak mereka lewatkan untuk menawarkan tayangan langsung, terutama debat calon presiden.
Tujuan mereka, seperti dikutip detikINET dari USA Today, Jumat (23/9/2016), membuat orang beralih dari TV dan menonton serta ramai membicarakan peristiwa tersebut di platform mereka, media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Facebook, tak mau kalah. Raksasa jejaring sosial ini mengumumkan kerjasama dengan ABC untuk menayangkan live streaming debat calon presiden.
CEO Twitter Jack Dorsey sepertinya melipatgandakan kekuatannya melawan CEO Facebook Mark Zuckerberg yang meluncurkan Facebook Live di awal tahun ini. Baik Twitter maupun Facebook, menjadikan layanan streaming video sebagai ancang-ancang mereka dalam strategi konten video.
Facebook memprediksi video akan segera jadi konsumsi utama bagi 1,7 miliar penggunanya. Tak heran jika Facebook membuat langkah agresif untuk mendoorong pengguna menciptakan dan menonton lebih banyak konten video.
Twitter pun rajin mendandani dan mempromosikan layanan video. Tak cukup dengan Vine dan Periscope, Twitter juga menggenjot pertumbuhan pengguna Twitter Video di layanannya sendiri.
Baik Facebook maupun Twitter, sama-sama ingin mencaplok anggaran iklan TV yang lebih besar dari yang dialokasikan ke media sosial dan platform digital.
Dari persaingan ini pula, sejumlah pengamat mengatakan momen Pilpres AS bisa dimanfaatkan untuk melihat mana di antara keduanya yang akan menarik lebih banyak penonton, dan yang akan mampu memikat pengguna baru.
(rns/rou)