BERITA TERBARU
Rabu, 10 Ags 2016 15:38 WIB

Joko Anwar Bakal Garap Film 360 Derajat

Rachmatunnisa - detikInet
Joko Anwar dengan Gear VR (Foto: detikINET/Rachmatunnisa) Joko Anwar dengan Gear VR (Foto: detikINET/Rachmatunnisa)
Jakarta - Virtual reality (VR) menyajikan pengalaman menyaksikan tayangan 360 derajat yang terasa nyata. Daya tarik ini memikat sineas seperti Joko Anwar tertarik membuat film dengan format 360 derajat.

Pria kelahiran Medan ini mengaku terkesan melihat bagaimana VR dimanfaatkan di berbagai bidang. Dia mencontohkan bagaimana bidang kesehatan bisa menyembuhkan pasien fobia ketinggian melalui terapi dengan VR, sampai penggunaannya untuk menghadirkan pengalaman seperti masuk ke sebuah toko sungguhan oleh sebuah toko online.

"Menurut gue 360 ini revolutionize humankind banget. Dari segala profesi, VR is the future. Buat gue sendiri, gue juga harus inovatif dengan adanya peluang ini. Kalau nggak, nanti ketinggalan," sebut Joko Anwar di sesi perbincangan dalam rangkaian acara peluncuran Galaxy Note 7 di New York, Amerika Serikat pekan lalu.

Di industri film sendiri, sudah mulai banyak sineas yang berkreasi dengan format 360 derajat. Hal ini setidaknya terlihat dari mulai ramainya kategori New Media di festival-festival film. Banyak di antaranya adalah film-film dengan format yang bisa dinikmati menggunakan perangkat headset VR.

"New Media adalah kategori di luar conventional viewing, termasuk streaming, format 360 masuk ke dalamnya. Bahkan sudah ada festival film yang pake VR. Jadi mereka bisa submit film dan experience pakai VR," papar Joko.



Tantangan

"Bagi film maker, ini adalah kesempatan yang lebih luas untuk mengeksplorasi story telling dalam film making," komentar Joko.

Adapun tantangan terbesar membuat film dengan format 360 menurutnya adalah bagaimana menyajikan format tersebut bisa dinikmati penonton, sehingga mereka benar-benar merasakan pengalaman VR yang menyatu dengan ceritanya.

"Kalau ngomongin format, apapun itu, kita ngomongin masalah story telling. Bagaimana format ini jadi pendukung, bukan format yang men-take away the story itself. Jadi gak hanya ter-wow dengan teknologi baru tapi juga menikmati cerita dan karakternya," sebut Joko.

Pendekatan itu sudah dimulai Joko di salah satu film besutannya Modus Anomali. Dia berupaya mengajak penonton masuk ke lingkungan cerita dalam film dengan mengeksplorasi gerakan kamera, sehingga seolah ada interaksi.

"Misalnya Rio Dewanto jalan ke gubuk, melongok ke jendela. Setelah itu kamera jalan ke gubuk seolah-olah seperti melongok. Gue mencoba meletakkan penonton di tengah-tengah adegan untuk merasakan environment. Penggodokan konsep semacam itu yang sedang gue jajaki untuk membuat film 360," terangnya.

Seiring perkembangannya, Joko yakin format 360 dengan headset VR akan menawarkan pengalaman yang lebih baik, sehingga orang akan bisa lebih tahan lama menyaksikan tayangan VR tanpa merasa pusing. Sedangkan dari sudut pandang sineas, penuturan cerita jadi kunci utama bagaimana orang nantinya akan betah berlama-lama menikmati film dalam format 360 derajat.

"TV jaman dulu belum enak dilihat, bikin capek mata tapi orang tetap mau nonton lama-lama karena kontennya. Gimana caranya supaya orang rela berlama-lama, story telling is the king. Mau di layar biasa atau layar virtual reality, kuncinya di story telling," simpulnya. (rns/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed