Jumat, 05 Agu 2016 15:04 WIB

Go-Jek Raup Rp 7,2 Triliun, Ini Ambisi Nadiem Makarim

Fino Yurio Kristo - detikInet
CEO Go-Jek Nadiem Makarim (Foto: Grandyos Zafna) CEO Go-Jek Nadiem Makarim (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - CEO Nadiem Makarim jelas senang Go-Jek berhasil mendapat suntikan USD 550 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun. Pria lulusan Harvard University ini pun yakin Go-Jek akan lebih sukses dengan sokongan dana besar tersebut.

"Kami sangat bersemangat untuk bekerja dengan mitra kelas dunia itu. KKR, Warburg Pincus, Farallon, Capital Group dan partisipan lain dalam penggalangan dana ini tidak hanya membawa pengalaman global di sektor TMT (Technology, Media & Telecommunications), namun mereka juga mitra lokal yang berpengalaman," sebut Nadiem dalam keterangannya.

"Dengan dukungan dan investasi mereka, Go-Jek siap membangun kesuksesan untuk menjadi aplikasi on demand terbesar untuk semua orang Indonesia dan meningkatkan taraf hidup lebih dari 200 ribu partner pengemudi motor dan mobil, lebih dari 35 ribu merchant Go Food yang bisnis mereka kami bantu untuk tumbuh dan lebih dari 3.000 penyedia layanan on demand kami yang lain," tambahnya.

Nadiem sudah digosipkan sejak April lalu sedang berdiskusi serius dengan para investor tentang kemungkinan investasi di Go-Jek. Dan kini investasi itu sudah terealisasi, menambah kekuatan Go-Jek melawan rival berat Uber dan Grab.

Sementara itu, CFO dan Head of Strategy Go-Jek Group Andre Soelistyo menambahkan, pihaknya merasa bangga dan terhormat diberi kesempatan untuk mendorong masyarakat Indonesia lebih maju melalui teknologi serta bisa memberdayakan ratusan ribu mikro entrepreneur lewat platform Go-Jek.
Pendaftaran Driver Go-Jek.

Go-Jek memang cukup sukses, dengan aplikasinya diklaim sudah di-download lebih dari 20 juta kali dari awal peluncurannya sampai bulan Juni kemarin. Di bulan itu juga, ada lebih dari 20 juta booking di platform Go-Jek.

Dengan lebih dari 200 ribu driver sepeda motor alias ojek, Go-Jek diklaim sebagai layanan ride sharing terbesar di kategori ini. Sedangkan Go Food diklaim sebagai layanan pengantaran makanan on demand terbesar di luar China, dengan 15 juta makanan sudah diantarkan sejak peluncurannya.

(fyk/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed