Rabu, 27 Jul 2016 15:13 WIB

Ini 4 Juara Kompetisi Indonesia IoT Challenge

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: detikINET/Rachmatunnisa Foto: detikINET/Rachmatunnisa
Jakarta - Doku menggandeng developer hub asal Bandung DyCodeEdu memilih empat pemenang kompetisi Indonesia Internet if Things (IoT) Challenge 2016.

Dikatakan VP Consumer Product Doku Ricky Richmond Aldien, kompetisi ini diadakan sebagai salah satu inisiatif Doku dalam 'Gerakan Digital Indonesia' untuk memacu kreativitas dan antusias developer muda membuat solusi IoT.

"Berawal dari mimpi, lalu mereka coba membuatnya. Setelah itu apa implementasinya? Doku berupaya ikut membuka jalan untuk mereka go to the market," ujarnya di kantor Doku, Plaza Asia, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Melalui kompetisi ini, Doku juga ingin berbagi pengetahuan mengenai IoT, sehingga developer bisa memonetisasi produk dan solusi IoT mereka. Dari Doku sendiri akan membantu mengintegrasikan sistem uang elektroniknya untuk solusi IoT dari aplikasi para pemenang, sehingga bisa diimplementasikan dan dikembangkan secara bisnis.

Tercatat ada 56 proyek yang didaftarkan dalam kompetisi ini. Dewan juri terdiri dari VP Consumer Product Doku Ricky Richmond Aldien, CEO DyCode & DyCodeX Andri Yadi, CEO Microsoft MVP Azure Firstman Marpaung, Vice President Microsoft User Group Indonesia Agung Aswamedha, CEO Bandung Digital Valley Muhammad Ibnu Fadhil, Founder Gravicode Martin Kurniadi, Founder Geeknesia Indra Wibawa dan Committee IoT of Bandung.
Juara pertama Indonesia Internet if Things (IoT) Challenge 2016, tim X-Igent.

Dari 56 proyek yang didaftarkan dalam kompetisi ini, juri memilih tiga pemenang utama dan satu pemenang favorit.

Juara I

TopPay besutan tim X-Igent. Mereka membuat perangkat yang memungkinkan pengguna membayar sesuatu hanya dengan menekan tombol pada gantungan kunci digital.

Hadiah: Rp 15.000.000 dan tiket perjalanan ke acara IoT internasional di China.

Juara II

Peder dari tim EX. Peder atau Smart Pet Feeder adalah perangkat yang memudahkan pemilik hewan peliharaan untuk memberi makan secara otomatis via ponsel.

Hadiah: Rp 10.000.000

Juara III

Tim Tanibox dengan proyek The Kyuri Planter, yakni perangkat penanam sayuran tanpa tanah (hidroponik) dan terotomisasi juga menjaga kelembaban secara otomatis.

Hadiah: Rp 7.500.000

Juara Favorit

Tim Vatriot dengan proyek Dyrecs (Dynamic Residential Control System. Dyreca adalah aplikasi yang dapat mengendalikan peralatan rumah dari aplikasi di smartphone atau web.

Hadiah: Rp 5.000.000

Proyek para pemenang dinilai memenuhi poin penilaian yakni dari segi manfaat yang diberikan, pemahaman teknologi IoT, efisiensi hardware, estetika, tingkat keberlangsungan jangka panjang, dan implementasi teknologi dengan API Doku.

"Harapan kami ini bisa berkontribusi memajukan ekosistem dan industri IoT. Menariknya implementasi proyek ini juga diintegrasikan dengan Doku, misalnya mesin pemberi makan hewan akan otomatis mendeteksi makanan habis. Dia akan langsung pesan dan bayar ke merchant yang sudah bekerjasama dengan Doku," kata Chairman of Indonesia IoT Developer Day Dyan Raditya Helmi.

(rns/ash)