Twitter tak mau ketinggalan memasuki dunia virtual reality (VR). Platform mikroblogging ini bahkan membentuk tim khusus yang didedikasikan untuk pengembangan konten VR.
Mantan desainer Apple Alessandro Sabatelli ditunjuk sebagai Director of Virtual Reality and Augmented Reality (AR), memimpin tim ini. Twitter sudah mengonfirmasi kebeneran informasi ini.
Ditambahkan Twitter, tim AR akan berada di bawah naungan Twitter Cortex, divisi Twitter yang fokus pada pengembangan mesin pembelajaran (machine learning).
"Twitter fokus mengabadikan peristiwa yang sedang berlangsung di platformnya, seperti terlihat pada inisiatif Moments. Melalui fitur tersebut, pengguna bisa mencari semua tweet terkait topik tertentu, termasuk foto, video, GIF dan Vines," tulis laporan yang dikutip dari Tech Times, Kamis (30/6/2016).
Di sisi lain, Twitter kurang sukses dalam menghasilkan konten dari peristiwa yang berseliweran di platformnya. Dengan menggaji Sabatelli, diharapkan Twitter bisa menyaingi platform media sosial lain yang sudah lebih dulu dikenal dengan coverage live event seperti Snapchat. Masuknya Sabatelli bisa membantu Twitter mengembangkan jenis konten baru VR dan AR untuk platformnya.
Baru-baru ini Twitter juga mengakuisisi Magic Pony. Startup yang dibeli Twitter seharga USD 150 juta ini fokus pada teknologi machine leraning dan visual processing.
Keahlian Sabatelli pada visual interface, dikombinasikan dengan paten kompresi data Magic Pony yang bisa mentransformasi video kualitas rendah menjadi lebih baik melalui pengenalan pola dan tekstur.
Aplikasi semacam ini bisa menjadi virtual client Twitter atau memungkinkan streaming video Periscope dalam format 3D, tanpa mengkonsumsi banyak data pengguna.
(rns/ash)
Mantan desainer Apple Alessandro Sabatelli ditunjuk sebagai Director of Virtual Reality and Augmented Reality (AR), memimpin tim ini. Twitter sudah mengonfirmasi kebeneran informasi ini.
Ditambahkan Twitter, tim AR akan berada di bawah naungan Twitter Cortex, divisi Twitter yang fokus pada pengembangan mesin pembelajaran (machine learning).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Twitter kurang sukses dalam menghasilkan konten dari peristiwa yang berseliweran di platformnya. Dengan menggaji Sabatelli, diharapkan Twitter bisa menyaingi platform media sosial lain yang sudah lebih dulu dikenal dengan coverage live event seperti Snapchat. Masuknya Sabatelli bisa membantu Twitter mengembangkan jenis konten baru VR dan AR untuk platformnya.
Baru-baru ini Twitter juga mengakuisisi Magic Pony. Startup yang dibeli Twitter seharga USD 150 juta ini fokus pada teknologi machine leraning dan visual processing.
Keahlian Sabatelli pada visual interface, dikombinasikan dengan paten kompresi data Magic Pony yang bisa mentransformasi video kualitas rendah menjadi lebih baik melalui pengenalan pola dan tekstur.
Aplikasi semacam ini bisa menjadi virtual client Twitter atau memungkinkan streaming video Periscope dalam format 3D, tanpa mengkonsumsi banyak data pengguna.