"Inisiatif ini muncul karena kami percaya generasi muda Indonesia sangat berpotensi dan mampu berperan aktif di berbagai bidang, termasuk teknologi. Dan kami mewadahi mereka bukan hanya sekedar memiliki ide namun merangkainya menjadi sebuah rencana yang dapat diwujudkan," papar Marketing Director IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia Vebbyna Kaunang di malam pengumuman pemenang IdeAction di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Selasa (28/6/2016).
Vebbyna pun dengan sumringah mengatakan bahwa di tahun pertamanya, IdeAction mampu menjaring banyak ide. Ini menunjukkan tingginya antusiasme dan minat generasi muda dalam inovasi teknologi. Proposal ide yang masuk bahkan melebihi target yang ditetapkan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak kegiatan ini diumumkan pada April 2016, 718 proposal yang masuk diteliti satu per satu oleh tim juri yang terdiri dari Vebbyna sendiri, VP Research & Development Samsung Electronic Indonesia Alfred Boediman, Peneliti Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI Ir. Abdul Hapid, Founder OMG! Creative Consulting Yoris Sebastian dan Founder DailySocial.net Rama Mamuaya.
Menuju tahap akhir, Samsung pun menemukan tujuh karya terbaik untuk diadu lagi mencari pemenang tiga besar. Di babak ini saja, menurut Vebbyna, tujuh finalis tersebut sudah sangat istimewa.
"Ingat, tujuh tim ini terpilih dari 718 proposal yang masuk. Perjalanan mereka tidak mudah. Jadi ketika mereka tidak juara pertama bukan berarti mereka tidal bagus. Kami memilih yang terbaik dari yang terbaik. Mereka juga mendapatkan pembinaan dan mentoring dari Samsung dan para juri bagaimana mengeksekusi ide mereka," kata Vebbyna lagi.
![]() |
Berikut adalah tujuh finalis Samsung Ideaction:
MATAPP
Karya Rizky Wahyu Setiawan, Surya Gagat Kusumo, Maulana Idris dan Budi Wicaksono dari Universitas Brawijaya, Malang. Aplikasi ini merupakan solusi bagi kesehatan mata pengguna smartphone dan sekaligus wadah berbagi untuk penderita penyakit mata yang bisa diakses melalui smartphone.
FIT ME
Aplikasi ini diciptakan oleh dua mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Ilmu Komputer, Dita Utami Putri dan Exclesia K, yang membantu penggunanya melakukan fitting pakaian dengan mudah dan tepat. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk membuat model yang sesuai dengan ukuran tubuh pengguna.
ALISAR
Merupakan aplikasi manajemen penggunaan listrik berdasarkan anggaran yang sudah ditentukan. Ide ini diciptakan oleh Nurwanto dan Andre Aditya Pratama dari Institut Pertanian Bogor.
TASKANIZER
Kordinasi antar rekan kerja akan semakin mudah melalui aplikasi yang dibuat oleh Bagus Avianto Putra, Kristian Sandratama dan Regina Venska dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Aplikasi ini berjalan secara real time untuk koordinasi dan pengorganisasian yang berjalan cepat.
EL-FI
Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, ingin menciptakan hardware yang mendukung aksesori Wireless Charging yang sudah ada sebelumnya. Muslim Tabah Waskito dan Muhammad Fu'ad Saifuddin membuat sistem adaptor serta antena penerima sinyal EL-FI.
EASY-HUB
Karya ini satu-satunya yang dibuat oleh perseorangan, yaitu oleh Dienastya Galih Pradana dari Universitas Brawijaya. Karya ini merupakan hardware dan aplikasi yang mempermudah pengembang hardware untuk menghubungkan perangkatnya ke internet (IoT) dan mengontrolnya melalui layanan EASY-HUB di smartphone.
DEXTRINE
Satu lagi karya dari mahasiswa Universitas Brawijaya yang diwakili oleh Tezza Rangga Putra, Imam Ghozali dan Dienastya Prada. Hardware serta aplikasi ini mencatat informasi kendaraan yang digunakan dan memberikan notifikasi kepada keluarga pengguna apabila terjadi kecelakaan. (rns/ash)
