Maka dinilai perlu sebuah program pre-startup yang dapat menghindarkan para pelaku pre-startup layu sebelum berkembang. Untuk itu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menghadirkan Bekraf for Pre-Startup (Bekup), program penyiapan pre-startup pada subsektor aplikasi, games, animasi, desain, dan fashion.
Program ini bertujuan menaikkan tingkat keberhasilan pre-startup pada periode awal pembentukan dan diharapkan jadi solusi efektif untuk mengurangi tingkat kegagalan pre-startup yang kabarnya mencapai angka 90%. Penyiapan pre-startup dalam program Bekup ini dilakukan melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan teknis dan manajemen dalam membangun usahanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahap awal, Bekraf menggelar Traning of Trainers (TOT) bagi calon mentor program Bekup dari 14 daerah di Indonesia. Melalui ToT ini, para mentor dipersiapkan untuk dapat membina dan membimbing para pre-startup di daerahnya.
Bersamaan dengan acara peluncuran program Bekup, Bekraf bekerja sama dengan PT. Telkom Indonesia dan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) menggelar workshop Manajemen Bisnis untuk meningkatkan kemampuan manajemen pengelolaan perusahaan.
Workshop dilakukan serentak di 10 (sepuluh) Digital Innovation Lounge (DILO) di seluruh Indonesia (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, dan Makassar) selama bulan Juni 2016 dengan total sebanyak 8 kali pertemuan.
Tahapan berikutnya adalah penyiapan pendiri, dilanjutkan dengan preinkubasi yang akan diadakan hingga akhir tahun 2016. Target program ini adalah mencetak 100 tim yang terdiri dari 1200 talenta yang siap untuk menjadi startup.
(fyk/rns)