Rabu, 01 Jun 2016 08:18 WIB

Wahai Ibu-ibu, Anda Punya Peran Penting Tepis Dampak Buruk Internet

Putri Akmal, - detikInet
Foto: Putri Akmal/detikINET Foto: Putri Akmal/detikINET
Banyuwangi - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan pentingnya peran seorang ibu di dalam keluarga agar generasi penerus bangsa ini tidak terkena dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan teknologi dan internet.

Pengawasan orang tua sebagai benteng dalam penggunaan pemakaian internet, menurutnya, jika disikapi secara positif justru akan membantu para remaja untuk meningkatkan kreativitas dan meraih prestasi.

"Mohon ibu-ibu menjaga anaknya dari pengaruh negatif. Memahami bagaimana pengaruh internet ke anak-anak, baik positif dan dampak negatif. Karena kekerasan seksual anak-anak salah satunya juga dipengaruhi setelah nonton internet," cetus menteri yang akrab disapa Chief RA ini saat peluncuran program Smart Kampung di Lapangan Desa Kalibendo, Banyuwangi, Selasa (31/5/2016).

Saat ini, kata Rudi, ada 170 juta penduduk yang memiliki ponsel. Di Indonesia, sebagian besar pengguna internet ialah para remaja. Semisal untuk mengakses berbagai situs yang berhubungan dengan pendidikan, hobi atau minat mereka sampai situs-situs jejaring sosial.

Penggunaannya menjadi semakin mudah dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Hal itu membuat interaksi sosial dan komunikasi yang biasanya dilakukan secara tatap muka, beralih pada pemanfaatan teknologi melalui jejaring sosial di dunia maya.

"Anak-anak saat ini jauh lebih sering melihat ponsel daripada melihat dan membaca Al-Quran. Dan disinilah peran penting ibu. Ibu-ibu harus berperan aktif menjaga keluarga dari pengaruh negatif internet," pesan Rudi didepan ratusan ibu-ibu PKK yang tengah memperingati Hari Bakti Gotong Royong dan Hari Gerak PKK ke-44 tersebut.

Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi, Ipuk Festiandani Azwar Anas menambahkan, konten pengendalian penggunaan dan pengawasan IT saat ini basisnya berada di keluarga.


Anak-anak menerima pengaruh tentang baik buruknya IT bagian kunci utamanya bermuara pada peran ibu. Maka tokoh penggerak PKK harus mampu pula bersinergi dengan tokoh agama juga guru di sekolah.

Menurutnya, jika keluarga bisa menjadi pelindung dan bersinergi dengan tokoh penggerak lainnya, maka dampak negatif dari IT masuk desa bisa ditekan.

"Ke depan efeknya bagus sekali, desa kita maju dan tangguh karena keluarganya jadi basis pelindung. Ditemukan benang merah untuk mengatasi berbagai dampak negatif dari IT ketika masuk desa," kata istri Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, tersebut. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed