Presiden pun mengungkapkan kesannya setelah mengunjungi kawasan yang terletak di Sangam dong, Seoul tersebut. Ia menuliskannya di akun Instagram resminya di samping foto sang kepala negara sedang mencoba perangkat virtual reality.
"Salah satu agenda penting di Seoul, Korea Selatan adalah melihat kawasan digital dan industri kreatif. Di sini ada Digital Media City (DMC), sebuah kompleks media dan hiburan berteknologi tinggi yang terletak di daerah Sangam-dong, Seoul," tulis Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden menilai Indonesia sebenarnya juga punya potensi besar untuk mengembangkan industri kreatif semacam itu. Salah satunya dengan belajar dan bekerja sama dengan pemerintah Korsel.
![]() |
"Yang paling penting, dimulai dulu. Kita sudah lama tidak memberikan prioritas kepada pengembangan industri kreatif. Padahal Indonesia memiliki sekitar 148 keraton, sejarah, tradisi ataupun cerita-cerita kepahlawanannya dapat dikembangkan dalam bentuk konten lokal," jelas sang presiden.
Jokowi pun yakin bahwa di masa depan, industri kreatif bisa menjadi penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan kebanggaan pada tradisi yang akhirnya berefek pada pembangunan karakter manusia Indonesia. "Kalau Korsel bisa, Indonesia jangan mau kalah: kita pasti bisa. Salam bisa dari negeri ginseng," pungkasnya di Instagram.
Jokowi memang termasuk lumayan aktif di media sosial Instagram yang dimiliki Facebook itu. Akun @jokowi di Instagram yang telah diverifikasi hingga sekarang memiliki pengikut lebih dari 675 ribu. Terlihat beberapa foto di akun tersebut menampakkan suasana kunjungannya di Korsel.
Indonesia sendiri telah mencanangkan visi menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Bahkan ada proyeksi kalau nilai transaksi e-commerce sebesar USD 130 miliar AS akan tercapai pada tahun 2020. (fyk/rns)
