Dilaporkan Tech Times, Selasa (10/5/2016), emoji 'Reaction' yang ditempatkan berderet dengan tombol 'Like' menjadi tidak berguna. Sebuah studi media sosial yang dilakukan Quintly menemukan, jarang orang menggunakannya.
"Kami menyaring sekitar 130 ribu postingan di Facebook. Hasil penelitian kami memperlihatkan, pengguna jarang meluangkan waktu memilih emoji yang pas untuk memperlihatkan ekspresi mereka mengenai sebuah postingan," tulisan laporan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil studi ini, sekitar 97% inetraksi postingan berisi 'Like', komentar dan share. Data ini dengan mudah memperlihatkan betapa kecil peran emoji 'Reaction' digunakan.
Penggunaan 'Reaction' tampaknya lebih efektif untuk postingan berupa video. Studi Quintly memperlihatkan bahwa video mendapatkan 40% lebih banyak Reaction ketimbang postingan berupa foto. Pengguna cenderung menggunakan Reaction 'Wow' lebih banyak ketika melihat video, ketimbang gambar diam.
Meski penggunaannya kalah populer dari Like, kesimpulan studi ini memperlihatkan bahwa kehadiran 'Reaction' mendapat tanggapan dan masukan positif dari pengguna.
Sebelum Facebook mengimplementasikan Reaction, sulit bagi pengguna untuk mengekspresikan beberapa reaksi negatif seperti marah atau sedih.
Emoji 'Reaction' ditambahkan Facebook sejak Februari lalu untuk memperbanyak pilihan ekspresi pengguna menanggapi sebuah postingan. Tombol 'Like' yang ikonik tetap ada, namun disertai dengan emoji untuk mengekspresikan cinta, tertawa, menyeringai jahil, terkejut atau marah.
Emoji ini adalah alternatif yang ditawarkan CEO Facebook Mark Zuckerberg, menanggapi adanya permintaan untuk tombol 'Dislike'. Alih-alih mengabulkannya, suami dari Priscilla Chan ini membuatkan alternatifnya.
Zuck juga mengingatkan bahwa keberadaan fitur tersebut nantinya bukan untuk hal negatif, melainkan untuk memberi opsi bagi penggunanya saat bereaksi terhadap sebuah postingan.
"Kami tidak ingin tombol dislike digunakan untuk menghina atau mengganggu seseorang. Tombol ini justru ditujukan untuk menunjukkan rasa empati," kata Zuckerberg. (rns/ash)