Rabu, 04 Mei 2016 11:09 WIB

25 Ribu Anak-anak Nonton Video Porno Setiap Hari

Jabbar Ramdhani - detikInet
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mengatakan bahwa Indonesia berada dalam status darurat pornografi. Akses pornografi yang besar menjadi salah satu pemicu timbulnya kasus pelecehan seksual.

"Jadi Indonesia termasuk dalam darurat pornografi. Anak-anak kita dalam bahaya, data yang masuk, pencabulan anak di bawah umur adalah yang tertinggi disebabkan pornografi," ujar Yohana di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2016).

Yohana kemudian bercerita tentang adanya tamu dari luar negeri yang datang kepadanya. Tamu itu datang dengan menunjukkan data banyaknya pengakses situs porno di kalangan anak-anak.

"Kemarin saya kedatangan tamu, 25 ribu anak-anak menonton pornografi setiap hari. Dan 50 ribu orang lainnya juga menonton porno tiap harinya. Bisa jadi jumlah tersebut termasuk anak-anak masuk ke dalamnya," ujar Yohana.

Yohana sendiri sempat melakukan survei ke lapangan. Dengan datang ke lembaga pemasyarakatan, Yohana mendapatkan fakta mencengangkan.

Mayoritas pelaku pencabulan dipengaruhi oleh situs pornografi. Parahnya, terjadi siklus bahwa yang awalnya korban, kemudian menjadi pelaku pencabulan.

"Kami mengecek di lapas-lapas, pelaku kekerasan seksual pencabulan ternyata mereka kebanyakan korban dari para predator yang datang dari situs-situs pornografi. Sehingga akhirnya mereka menjadi pelaku, melakukan mencabuli anak-anak," ujar Yohana.

"Kebanyakan yang saya kunjungi sekitar 56 orang, mayoritas 80 mendekati 90 persen akibat pornografi," tambah Yohana.

Adanya kasus pemerkosaan dan pembunuhan di Bengkulu pun tidak terlepas dari maraknya akses terhadap pornografi. Pengaruh minuman keras menambah faktor terjadinya peristiwa tersebut.

"Kasus Yuyun juga dari pornografi, akses pornografi dan mengonsumsi minuman keras, dengan adanya itu membuat mereka lupa diri dan berani melakukan. Kalau tanpa minuman keras saya pikir tidak akan," ucap dia.

Situasi seperti ini membuat Yohana khawatir dengan generasi 25 hingga 30 tahun ke depan. Dari kementeriannya, ia sedang menjalankan program unggulan untuk meredam maraknya aksi pelecehan seksual dan kekerasan pada anak-anak. (jsn/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
CNN ID
×
World Now
World Now Selengkapnya