Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Jangan 'Alergi' Orang Nyentrik di Dunia Startup

Jangan 'Alergi' Orang Nyentrik di Dunia Startup


Yudhianto - detikInet

Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Meski menunjukkan pertumbuhan positif, bisnis startup di Indonesia masih sering menghadapi resistensi. Nah, menurut Menteri Perdagangan Thomas Lembong, kalau ingin maju, kuncinya ada di toleransi. Maksudnya?

Jadi selama ini salah satu faktor yang kerap menghambat tumbuhnya startup atau e-commerce di Indonesia dianggal lantaran kurang terbukanya pemerintah terhadap bisnis digital. Aturan-aturan yang berlaku pun terkesan kaku karena kurang mengakomodir kebutuhan ranah digital.

Oleh karena itu kata Mendag Thomas kuncinya adalah toleransi, dalam artian pemerintah ataupun industri harus terbuka dengan derasnya era digital.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus terbuka terhadap segala aspek, terbuka kepada negara luar, bahkan terbuka terhadap orang aneh. Karena tak sedikit pencetus startup yang gayanya nyentrik, Steve Jobs contohnya. Harus ada toleransi buat inovator," ujar mendag di acara Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE), di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang Selatan, Banten.

Thomas lantas mencontohkan Silicon Valley di Amerika Serikat. Katanya sebagian besar perusahaan digital yang ada di sana diisi oleh inovator yang merupakan kaum imigran. Hal itu membuktikan kalau keterbukaan bisa memberikan efek yang positif di bisnis digital.

Dan agar bisa terbuka, mendag mengembalikan pada mental pemerintah dan juga industri. Karena keinginan untuk terbuka terkait erat dengan mental yang selama ini tertanam. "Dulu (kita) terlalu nyaman dengan statis. Sekarang harus nyaman dengan perubahan," imbuhnya.

Di sisi lain, Thomas juga menghimbau pendiri startup agar jangan takut gagal. Karena kunci kesuksesan justru terletak di kegagalan itu. Dari situ orang bisa tahu bagaimana dia harus bangkit.

"Perjalanan sebagai founder pasti ada yang namanya kesalahan atau kegagalan. Tapi harusnya itu memberi pelajaran berarti," pungkasnya. (yud/ash)
TAGS







Hide Ads