Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Akun Bobol, e-Commerce Perlu Genjot Keamanan

Akun Bobol, e-Commerce Perlu Genjot Keamanan


Rachmatunnisa - detikInet

Foto: CEO Bukalapak Achmad Zaky (detikINET/Rachmatunnisa)
Jakarta - Kasus pembobolan akun tentunya diwaspadai para pelaku e-commerce, tak terkecuali Bukalapak. Ramai laporan korban pembobolan akun di Lazada baru-baru ini, diakui Bukalapak membuat mereka meningkatkan standar keamanan layanan. Β 

"Harus semakin hati-hati. Kita sudah menerapkan standar keamanan yang tinggi, tapi justru dengan ramai kejadian seperti itu keamanannya harus ditingkatkan terus," kata CEO Bukalapak Achmad Zaky saat ditanyai soal keamanan bertransaksi di Bukalapak.

Ditemui usai penandatangan kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di kantornya di Plaza City View, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016), Zaky berharap usaha keras tim engineer Bukalapak bisa membentengi layanannya dari aksi kejahatan cyber.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejauh ini, mudah-mudahan (transaksi di Bukalapak) cukup aman. Dan mudah-mudahan jangan sampai terjadi (pembobolan akun)," sebutnya.

Salah satu upaya Bukalapak untuk keamanan transaksi di toko online-nya antara lain dengan memberlakukan one time password (OTP). Bagi yang pernah berbelanja di Bukalapak menggunakan kartu kredit, tentu familiar dengan cara ini.

Yakni pengguna harus memasukkan sederet kode atau angka yang dikirimkan ke ponsel mereka untuk menyelesaikan proses pembayaran. Kode ini berlaku sekali pakai dan dengan demikian, Bukalapak tidak menyimpan data kartu kredit si pengguna.Β  Β 

"Gak ada (data kartu kredit) langsung ke-save di akun, kita belum berani. Kita kerjasama dengan third party, jadi kaya cuma lewat dan itu di-encrypt. Mungkin ribet, tapi lebih aman. Kita mikirin juga sih cara lebih simpel tapi tetap aman," jelasnya. (rns/rou)
TAGS







Hide Ads