Imagine Cup 2016: 3 Jagoan Bertarung Demi Tiket ke Seattle

Imagine Cup 2016: 3 Jagoan Bertarung Demi Tiket ke Seattle

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 07 Apr 2016 08:14 WIB
Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Jakarta - Kompetisi Imagine Cup 2016 tingkat nasional akhirnya menemukan tiga tim developer terbaik. Perjuangan belum berakhir. Hanya satu tim yang nantinya dipilih menjadi jagoan Indonesia, untuk diadu lagi di Imagine Cup 2016 tingkat dunia.

Seperti tahun sebelumnya, ada tiga kategori yang dilombakan di Imagine Cup yakni Games, Innovation dan World Citizenship. Berikut adalah tim yang menjadi pemenang untuk masing-masing kategori.

Tim None Developers dari Universitas Trunojoyo Madura memenangi kategori Games dengan proyek Froggy & The Pesticide.

Kemenangan None Developers sekaligus menandai dominasi developer asal Madura di kompetisi Imagine Cup untuk kategori Games dalam tiga tahun.


Di kategori Innovation ada tim Hoome Studio dari Institut Teknologi Bandung dan Telkom University. Proyek Hoome, berupa sistem rumah pintar yang diintegrasikan dengan penggunaan wearable gadget, sukses memukau juri Imagine Cup 2016 tingkat nasional.


Yang ketiga adalah tim Garuda45 dari University of Edinburgh, University College London, dan King's College London. Datang jauh dari London, Inggris, anggota tim ini berhasil mempresentasikan proyek TB DeCare. Sistem terintegrasi untuk mengatasi permasalahan tuberkulosis ini menjadi pemenang untuk kategori World Citizenship.


Tiga tim yang menjadi pemenang babak final tingkat nasional Imagine Cup 2016 tersebut berhak mewakili Indonesia di tahap semifinal tingkat dunia, serta memperebutkan tiket ke Seattle, Washington, Amerika Serikat untuk mengikuti tahap final Imagine Cup 2016 tingkat dunia. Di sini, persaingan akan lebih ketat dan seru lagi, karena akan bertemu lawan yang merupakan pemenang Imagine Cup tingkat nasional dari berbagai negara.

"Tiga tim pemenang ini nanti harus submit video presentasi, nanti Microsoft pusat akan memilih, mana yang akan dikirim ke Seattle. Jadi masih menunggu pengumuman Juni nanti, siapa yang diberangkatkan ke sana," kata Technical Evangelist Developer Experience & Evangelisn Group Microsoft Indonesia Irving Hutagalung, ditemui usai acara final Imagine Cup 2016 tingkat nasional di @America, Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/4/2016) malam.

Irving yang pada Imagine Cup 2015 lalu mendampingi tim Alix dari Unikom Bandung mewakili Indonesia di Seattle menambahkan, semua tim punya kesempatan untuk menang. Namun yang jelas, tiga tim yang menjadi jawara di tingkat nasional adalah developer muda terbaik.

Jalan yang dilalui None Developers, Hoome Studio dan Garuda45 untuk memenangkan kompetisi ini memang tidak mudah. Pada putaran final Imagine Cup 2016 tingkat nasional, ada sembilan tim developer muda yang bersaing ketat untuk membuktikan kehebatan aplikasi ciptaan mereka.

Sembilan tim ini pun sebelumnya sudah melewati penyaringan ketat dari 118 proyek yang didaftarkan developer dari berbagai daerah di Indonesia pada tahap seleksi awal.

Presiden Director Microsoft Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, Imagine Cup setiap tahunnya selalu menarik karena selalu ada ide baru bermunculan.

Di tahun ini, Microsoft Indonesia menerima lebih banyak ide aplikasi yang berkaitan dengan bisnis dan kewirausahaan. Ditambahkan Andreas, Imagine Cup 2016 juga banyak diikuti developer yang sudah cukup ahli.

"Banyak pemenang di kompetisi lain, ikut Imagine Cup. Yang mahasiswa S2 dan sudah punya beberapa aplikasi dan startup. Ada juga juara-juara tahun sebelumnya, mengirimkan adik-adiknya mengikuti kompetisi ini," terangnya.

Hal lain yang membuat Imagine Cup 2016 tingkat nasional berbeda adalah, Microsoft kali ini bekerjasama dengan Bank Mandiri yang nantinya akan membantu dari segi inkubator bisnis bagi para pemenang kompetisi.

"Ajang Imagine Cup ingin meningkatkan kapasitas para technopreneur serta jiwa kewirausahaan mereka. Seperti kita tahu Bank Mandiri punya inkubator bisnis melalui program Wirausaha Mandiri-nya. Dengan sinergi dengan Bank Mandiri model dukungannya lengkap jadinya," sebut Developer Experience & Evangelism Director Microsoft Indonesia Anthonius Henricus. (rns/rou)