Pertumbuhan yang sangat pesat terjadi dalam dua bulan terakhir. Ketua PANDI, Andi Budimansyah, mengungkapkan, dalam dua bulan terjadi kenaikan 32.619 nama domain.
"Kenaikan pesat ini terutama terjadi karena kenaikan pendaftaran nama domain apapun.id," ujar Andi dalam keterangannya. Pertumbuhan itu didominasi domain apapun.id sejumlah 30.593 nama domain, atau sekitar 94% dari total pertumbuhan nama domain .ID.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan domain apapun.id yang pesat juga disebabkan promo gencar yang dilakukan oleh registrar-registrar PANDI selama beberapa minggu terakhir. "Apresiasi kami kepada dua belas registrar PANDI yang telah bekerja keras mempromosikan domain .id dengan segala kelebihannya," ujar Andi.
Saat ini domain apapun.id tercatat berjumlah 51.503 nama domain, 27% dari total nama domain .id. Domain apapun.id berada di posisi kedua di bawah domain co.id yang saat ini berjumlah 69.700 nama domain. Sebagai perbandingan, domain co.id telah digunakan sejak 1994, atau 20 tahun sebelum domain apapun.id dirilis.
Dengan peningkatan ini, domain .ID sudah melewati jumlah domain .SG milik Singapura yang pada akhir Maret 2016 berjumlah 178.486. "Apabila dibandingkan dengan jumlah pengguna internet Indonesia yang jauh lebih besar, angka ini memang relatif masih kecil. Namun setidaknya ini merupakan milestone baru bagi domain ID," ujar Andi.
Andi optimis, jumlah domain .ID akan semakin meningkat pada bulan-bulan mendatang. "April ini program satu juta nama domain .ID dari Kementerian Kominfo RI akan dimulai. Kami berharap program ini dapat meningkatkan pengguna nama domain .ID secara signifikan," ungkap Andi.
Program satu juta nama domain .ID merupakan program Kementerian Kominfo untuk menyediakan satu juta situs internet berdomain .ID dalam waktu tiga tahun. Situs internet lengkap dengan alamat domain ini tersedia gratis selama setahun untuk UKM, Sekolah, Pondok Pesantren, dan Desa. (fyk/yud)