Jumat, 19 Feb 2016 13:18 WIB

Ini Oleh-oleh Jokowi dari Silicon Valley

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Ikhwanul Khabibi/detikINET Foto: Ikhwanul Khabibi/detikINET
Jakarta - Presiden Joko Widodo sudah tiba di Indonesia selepas melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Banyak oleh-oleh yang dibawanya setelah melakukan lawatan dari Silicon Valley.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan ada sejumlah kesepakatan penting yang terjalin saat Presiden Jokowi bertemu bos perusahaan teknologi terkemuka dunia.

Salah satunya, dikatakan Rudiantara saat dihubungi detikINET, Jumat (19/2/2016), kesepakatan untuk meningkatkan konektivitas bersama Facebook, sehingga penetrasi internet di Indonesia semakin meluas.

"Kominfo merespon lewat proyek Palapa Ring yang akan menghubungkan semua ibu kota Kabupaten/Kotamadya seluruh Indonesia dengan infrastruktur broadband yang direncanakan beroperasi mulai 2019. Mereka sendiri mendukung penggunaan Facebook bagi UMKM untuk mendukung ekonomi digital Indonesia," ujar pria yang kerap di sapa Chief RA ini.

Saat bertemu dengan petinggi Google, raksasa internet tersebut menyatakan dukungannya mewujudkan visi Indonesia menjadi pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara. Di depan Presiden Jokowi, CEO Google Sundar Pichai menyampaikan komitmen pihaknya untuk mengembangkan 100 ribu developer aplikasi di Indonesia.

Presiden Jokowi juga menjumpai akselerator inkubator seperti Plug & Play, 500 Starts Up dan GSV. Pertemuan ini membahas upaya membawa ekosistem akselerator-inkubator Silicon Valley ke Indonesia.

"Beberapa dari mereka juga sudah mulai bekerjasama dengan mitra di Indonesia. Seperti Plug & Play yang bekerjasama dengan anak perusahan Telkom Indonesia," ungkap Menkominfo.

Lebih lanjut dikatakan Chief RA, kunjungan Presiden Jokowi ke Silicon Valley untuk mengupdate progres setelah lawatannya pada Oktober tahun lalu. Adapun update yang disampaikan diantaranya:

1. Pemosisian pemerintah yang lebih kompetitif di pasar internasional
2. Pemerintah sudah mengeluarkan 10 paket deregulasi
3. Pemerintah sudah adopsi roadmap e-commerce
4. Pemerintah kenalkan program 1.000 startup.

Semua poin tersebut untuk mendukung proyeksi pencapaian e-commerce di Indonesia sebesar USD 130 miliar. Selain itu, turut pula mensosialisasikan rencana penerapan kebijakan keharusan menjadi Badan Usaha Tetap (BUT) bagi penyelenggara layanan over the top (OTT) atau penyelenggara sistem eletronik (PSE).

"Ini untuk meningkatkan aspek pelayanan dan keamanan pelanggan. Juga agar bisa memberikan layanan yang 'fair', transparan serta memberikan 'level playing field'," tutupnya. 

(afr/rns)