Di lokasi ini terdapat sejumlah fasilitas milik perusahaan-perusahaan TI terkemuka, antara lain adalah Microsoft, Infosys, Wipro dan Cognizant, dikutip detikINET dari Zdnet, Senin (15/2/2016).
Pusat riset ini direncanakan akan dibangun di tanah seluas 2,5 hektar milik perusahaan real estate bernama Tishman Speyer, dan akan menghabiskan dana sebanyak USD 25 juta atau sekitar Rp 336 miliar (USD 1 = Rp 13.400).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Apple juga pernah mempunyai pusat dukungan teknologi yang terletak di Bengaluru. Namun fasilitas tersebut sudah ditutup satu dekade yang lalu, karena rendahnya kualitas layanan.
Pembangunan fasilitas riset Apple di India ini disebut sebagai sebuah langkah besar bagi perusahaan asal Cupertino, San Francisco, Amerika Serikat ini. Karena mereka biasanya menyimpan riset dan pengembangan teknologi intinya di Amerika Serikat.
Pihak pemerintah setempat pun melihat langkah Apple ini akan meningkatkan citra kota Hyderabad sebagai pusat teknologi di India. "Windows 10 buatan Microsoft dikembangkan di Hyderabad, namun kini sudah menjadi produk global," ujar GT Venkateshwar Rao, perwakilan dari pemerintah India.
"Jika perusahaan seperti Apple mendatangkan sumber dayanya ke Hyderabad, ini tak cuma menciptakan lapangan kerja, namun juga memberikan kota ini citra yang baik," ujarnya.
Selain Apple dan Microsoft, Google pun sudah mengumumkan bahwa mereka akan membangun kampus di Hyderabad. Kampus ini akan menjadi satu-satunya kampus milik Google selain di kantor pusatnya di Amerika Serikat. (asj/fyk)