Niat Kominfo yang ingin menggeber jumlah teknopreneur di Indonesia bukan cuma isapan jempol. Demi memuluskan rencananya itu Kominfo menggandeng Huawei membangung yang namanya Pusat Inovasi.
Sesuai namanya, Pusat Inovasi akan dimanfaatkan Kominfo untuk melakukan penggemblengan terhadap calon-calon teknopreneur. Pusat Inovasi ini memiliki beberapa program, mulai dari pelatihan di bidang IT, memfasilitasi penelitian bersama, hingga menyediakan konsultasi.
Menkominfo Rudiantara yang turut hadir meresmikan Pusat Inovasi ini berharap kehadiran fasilitas ini mampu meningkatkan aktivitas e-commerce di Indonesia. Sehingga diharapkan bisa menjadi pendorong ekonomi digital.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βPada tahun 2020, value dari e-commerce Indonesia diharapkan mencapai angka minimal USD 130 miliar. Dan dengan lahirnya 200 teknopreneur baru setiap tahun, ini akan mampu meningkatkan aktivitas e-commerce di Indonesia, yang dapat menjadi pendorong ekonomi digital,β ujar Menkominfo Rudiantara, di Gedung BRI II, Jakarta.
Seiring dengan harapan Kominfo tersebut, kegiatan di Pusat Inovasi Kominfo-Huawei salah satu tujuannya memang untuk membentuk ekosistem digital yang bisa melahirkan banyak teknopreneur muda. Di dukung dengan infrastruktur berupa ruang kelas dan perangkat Virtual Desktop Infrastructure kepunyaan Huawei.
Dengan dibukanya Pusat Inovasi ini, Kominfo dan Huawei juga membuka pelatihan e-commerce bagi 100 orang yang dibagi dalam dua batch, yakni 19 Januariβ2 Februari dan 15 Februariβ26 Februari. Tercatat sudah ada sekitar 1.270 orang yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan yang digelar Pusat Inovasi. Kebanyakan pendaftar merupakan pengelola toko online yang berjualan melalui akun media sosial atau blog.
Seleksinya dilakukan dengan melihat ide bisnis masing-masing pendaftar tersebut. (fyk/fyk)