Perang Melawan ISIS di Dunia Maya

Kolom Telematika

Perang Melawan ISIS di Dunia Maya

Arli Aditya Parikesit - detikInet
Jumat, 15 Jan 2016 19:03 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kamis 14 Januari 2016, jadi momen tak terlupakan bagi warga Jakarta sekitarnya. Dalam serangan di bilangan Sarinah, Thamrin, tersebut, terdapat 7 korban meninggal dunia, termasuk 5 pelaku aksi teror, dan korban luka-luka 24 orang.

Dalam konferensi pers, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Tito Karnavian mengumumkan bahwa ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) bertanggung jawab atas serangan teror tersebut. Seluruh komponen bangsa Indonesia mengutuk aksi teror tersebut, dan dunia internasional sudah menunjukkan simpatinya. Adapun, aksi teror tersebut tidaklah berdiri sendiri dan terpisah dengan event-event yang terjadi di dunia nyata.

detikINET sudah beberapa kali menurunkan berita mengenai aktivitas ISIS di dunia maya. Menurut Matahari Timoer, sampai desember 2015 masih ada beberapa situs yang mempropagandakan ideologi ekstrim ISIS di dunia maya. Ternyata, sampai tulisan ini dimuat, sebagian dari situs tersebut masih dapat diakses. Hal ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi catatan bagi aparat.

Sementara itu, jalur komunikasi ISIS di dunia maya sering diblokir oleh content provider. Oleh karena itu, ISIS mengembangkan platform chatting mereka sendiri yang diberi nama 'Alwari'. Dikhawatirkan aplikasi ini jika sudah matang, akan sulit dideteksi oleh aparat. Beberapa event di dunia maya ini merupakan suatu catatan serius terhadap penetrasi ideologi ISIS di Indonesia.

Akun Twitter Melawan ISIS

Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, menegaskan dalam akun Twitternya @jokowi bahwa 'tidak ada tempat untuk terorisme di bumi Indonesia. Semua warga dunia juga harus bersatu memeranginya'. Perintah Pak Presiden tersebut langsung disikapi dengan cepat oleh aparat, sehingga dalam waktu singkat teroris ISIS tersebut dapat dilumpuhkan.

Akun Twitter Divisi Humas Polri, yaitu @DivHumasPolri, mengumumkan bahwa 'mari bersama peduli lingkungan sekitar & saling asuh satu sama lain, shg jika ada hal yg mencurigakan dpt sgr dilaporkan ke Pospol terdekat'.

Hal ini penting untuk mencegah aksi teror. Dalam akun resmi TNI, yaitu @tnionline, dengan tegas Panglima TNI menyatakan 'NKRI Tidak Bisa Diancam oleh ISIS!'.

Secara pribadi, penulis mengucapkan terima kasih banyak dan angkat topi terhadap kesigapan aparat, dalam hal ini Polri dan TNI, yang dapat mengatasi aksi teror dengan profesional, efektif, dan efisien. Kerja cepat pemerintah tersebut dapat tercermin pada twit mereka juga.

Salah satu akun Twitter yang konsisten melawan dengan Twitwar semua akun yang mendukung ISIS dan ideologi agama yang ekstrim adalah @TolakBigotRI. Seringkali akun ini terlibat debat dan caci-maki yang panas dengan pendukung ISIS. Akun anonim tersebut menawarkan keberagamaan yang moderat, lebih dekat ke NU dan Muhammadyah. Pandangan moderat tersebut yang membuat gerah para pendukung ISIS dan ideologi ekstrim.

Netizen Indonesia dengan spontan membuat beberapa tagar di Twitter untuk menyatakan kutukan terhadap teror ISIS, dan simpati terhadap korban, yaitu #kamitidaktakut, #PrayforJakarta, #savejakarta, dan #SafetyCheckJKT. Tagar #kamitidaktakut merupakan pesan tegas kepada teroris dan ekstrimis, bahwa aksi teror tidak akan menang dan Jakarta selalu akan menjadi aman.

Namun ada pendapat bahwa tagar #PrayforJakarta memberi kesan bahwa Jakarta tidak aman, sehingga membuat investor khawatir. Mereka menyarankan agar menggunakan tagar #savejakarta yang bermuatan lebih netral, sehingga lebih percaya diri dalam menyatakan pesan tidak takut terhadap teror.

Namun Pakar media sosial Nukman Luthfie, mempertanyakan apa alasan tagar #PrayforJakarta dapat melemahkan perekonomian Indonesia. Sebab tagar tersebut hanyalah ekspresi rasa simpati netizen.

Tagar #SafetyCheckJKT merupakan hal yang sangat unik, karena dirilis di Twitter segera setelah serangan teror terjadi. Tagar tersebut merupakan klarifikasi online dari netizen yang menyatakan bahwa tempat mereka di dunia nyata masih aman-aman saja. Tagar #SafetyCheckJKT juga merupakan titik berangkat bagi netizen untuk tetap beraktivitas secara normal nantinya.

Beragama Secara Moderat di Dunia Maya

Penetrasi ISIS di dunia maya, yang telah memiliki pengikut bangsa sendiri, adalah sesuatu yang sangat menyedihkan. Bahwa sesama komponen bangsa ada yang menjadi pengikut organisasi besutan Abu Bakar Al-Baghdadi tersebut merupakan hal yang harus disikapi dengan sangat serius.

Salah satu instrumen untuk melawan ideologi ekstrim seperti ISIS adalah memperkuat sikap beragama secara moderat. Syukurlah sumber informasi untuk menjadi moderat selalu tersedia di internet. Akses dan dapatkan informasi dari situs dan akun media sosial yang menawarkan sikap beragama secara moderat. Contoh situs web seperti itu adalah milik NU, yaitu http://www.nu.or.id/, dan Muhammadyah, yaitu http://www.muhammadiyah.or.id/.

Akun Twitter resmi NU adalah @nu_online, dan Muhammadyah adalah @muhammadiyah. NU, dengan 'Islam Nusantara' dan Muhammadyah dengan 'Islam Indonesia' menawarkan sikap beragama moderat yang berpijak dalam konteks ke-Indonesiaan, dan menolak mengimpor ideologi ekstrim seperti yang ditawarkan ISIS. Indonesia akan selalu menjadi damai, jika umat beragamanya selalu mengambil sikap moderat.

*) Penulis, Dr.rer.nat Arli Aditya Parikesit: Penulis adalah Dosen Sistem Informasi di STAI AL-Hikmah Jakarta yang dapat dihubungi pada akun twitter @arli_ap. (ash/ash)