Dalam peristiwa genting terutama serangan teroris, Facebook belakangan hampir selalu mengaktifkan fitur Safety Check. Tapi saat bom meledak di Jakarta kemarin dan menimbulkan kepanikan, jejaring sosial terbesar dunia ini malah tidak mengaktifkan Safety Check.
Dengan Safety Check, pengguna Facebook bisa mengabarkan dengan mudah kalau mereka selamat pada para teman temannya. Pertama kali fitur ini diaktifkan saat peristiwa terorisme di Prancis November lalu. Kemudian juga diaktifkan di Nigeria ketika terjadi ledakan bom pada bulan yang sama.
Beberapa media pun mempertanyakan mengapa Facebook tidak sigap saat bom Sarinah kemarin, padahal seperti diketahui Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna Facebook terbesar di dunia. Tahun 2014, Facebook pernah menyatakan bahwa ada sekitar 70 juta anggotanya di negara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Facebook sebenarnya pernah berjanji kalau Safety Check akan selalu diaktifkan jika ada peristiwa genting terjadi. Memang fitur ini cukup membantu untuk langsung mengabarkan pada orang tersayang kalau pengguna Facebook baik baik saja.
"Kami ingin tool ini tersedia kapanpun dan dimanapun bisa membantu. Kami akan belajar banyak umpan balik dari peluncuran ini dan kami akan terus mengeksplorasi bagaimana kami bisa membantu orang untuk menunjukkan dukungan pada sesuatu yang mereka pedulikan melalui profil Facebook," kata Alex Szhultz, Vice President of Growth Facebook setelah fitur Safety Check pertama kali diluncurkan di Prancis.
Safety Check sebenarnya dulu ditujukan untuk membantu user Facebook saat peristiwa bencana alam terjadi, tapi kemudian juga untuk peristiwa terorisme yang belakangan merebak. Tapi entah mengapa untuk kejadian bom di Jakarta, Facebook tidak mengaktikan fitur ini. (fyk/ash)