Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Teknologi Terbelakang, Apa Iya Korut Bikin Bom Hidrogen?

Teknologi Terbelakang, Apa Iya Korut Bikin Bom Hidrogen?


Fino Yurio Kristo - detikInet

Kim Jong Un (reuters)
Jakarta -

Korea Utara mengklaim kalau mereka berhasil meledakkan bom hidrogen, yang menghebohkan dunia internasional. Tapi banyak yang meragukan, terlebih negara itu dikenal terbelakang soal teknologi.

Seusai Korut mengklaim sukses meledakkan bom hidrogen, Amerika Serikat, China, Jepang dan Korea Selatan semua mencari jejak radiasi, tapi nihil, sehingga kian menambah keraguan. Korut menyatakan itu karena teknologi bom mereka mampu meminimalisir paparan radiasi.

Keraguan terhadap kemampuan teknologi Korut memang bukan tanpa alasan, terutama jika melihat bagaimana perkembangan teknologi informasi di sana. Kira kira begini gambarannya yang dikutip detikINET dari Mirror.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Internet Terbatas

Seperti di semua aspek kehidupan masyarakat Korut, teknologi sangat dikontrol oleh rezim opresif Kim Jong Un, tak terkecuali internet. Pada perhitungan tahun 2014, hanya ada 1.024 alamat IP di sana yang terkoneksi dengan internet global.

Dan konon, hanya ada 5.500 halaman web di Korut yang dikontrol pemerintah, isinya kebanyakan cuma propaganda. Itu pun tak sembarangan warga bisa mengaksesnya. Sebagian besar komputer masih menggunakan Windows XP atau OS Linux buatan dalam negeri bernama Red Star OS.

"Hanya ada akses sangat terbatas pada internet dan cuma tersedia untuk organisasi tertentu. Gunanya cuma untuk hal seperti urusan luar negeri atau informasi turis. Biasanya hanya ada satu alamat email untuk seluruh organisasi,” papar Dr. James Hoare, peneliti di Centre of Korean Studies.

Smartphone Jadi Simbol Status

Seperti halnya akses internet, gadget semacam smartphone atau tablet adalah hal langka di Korut. Hanya mereka yang beruntung bisa memakainya, itu pun fungsinya sangat terbatas.


"Memiliki smartphone jelas adalah simbol status dan Anda akan melihat ada orang di ibukota Pyongyang menggunakannya walaupun jaringan ponsel domestik di sana diputus dari dunia luar," kata Dr Hoake.

Sebagian smartphone diselundupkan dari China atau Jepang. Yang menarik, Korut membuat tablet Android sendiri bernama Samjiyon. Sebenanya Samjiyon ini komponennya dibuat di China dan dirakit di Korut.

Tak tersedia WiFi di tablet tersebut dan ia dijual di beberapa toko di Pyongyang. Ada aplikasi terbatas seperti Angry Birds atau kumpulan tulisan mantan pemimpin Kim Il Sung. "Beberapa orang membeli dan menggunakannya. Tidak canggih tapi juga tak buruk," ujar Hoake.

Kepalsuan Kim Jong Un

Kim Jong Un, yang menjalani pendidikan tinggi di Swiss, sepertinya sangat tertarik mengembangkan teknologi. Kadang ia difoto sedang memperhatikan komputer bersama para petinggi Korut. Tapi menurut Hoake kadang foto itu penuh kepalsuan.

"Jika Anda melihat fotonya melihat komputer, kadang kabelnya tidak disambungkan," sebut Hoake. Dan memang, Kim Jong Un jauh lebih tertarik dan menanamkan banyak uang untuk teknologi militer, bukan teknologi informasi.

Walau demikian, perkembangan teknologi militer Korut pun dinilai lambat dan tidak cukup canggih untuk memicu perang dengan negara lain. Jikalaupun benar bom Hidrogen berhasil mereka ledakkan, para ahli menilai Korut belum bisa menaruhnya di rudal untuk menyerang.

"Mereka hanya ingin meningkatkan citra pemimpinnya. Ini hanyalah usaha untuk menunjukkan bahwa komunitas internasional tidak akan bisa mengontrol mereka. Atau hanya untuk menarik perhatian," pungkas Hoake.

(ash/ash)





Hide Ads