Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Dubai
Baru Inkubasi Saja IoT Hasilkan Rp 10 Ribu Triliun
Laporan dari Dubai

Baru Inkubasi Saja IoT Hasilkan Rp 10 Ribu Triliun


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

(rou/detikINET)
Dubai - Internet mulai ada di mana-mana. Di pergelangan tangan, di sepatu, bahkan di pakaian dalam sekalipun. Yang kita lihat saat ini belum seberapa. Karena dalam waktu dekat, internet is everywhere, internet is on every things.

Itu sebabnya, tren ini diberi nama Internet of Things alias IoT. Dalam waktu tiga tahun terakhir, geliat IoT semakin menjadi-jadi. Bagi para motor penggeraknya, jelas ini potensi bisnis yang sangat besar.

Seperti diungkap Anil Menon, President Smart + Connected Communities, Deputy Chief Globalization Officer Cisco, pendapatan global dari IoT meningkat lebih dari 18%. Dari USD 655,8 miliar di 2014 menjadi USD 779,9 miliar atau lebih dari Rp 10.787 triliun di akhir 2015 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Industri IoT tumbuh dua kali lipat dari tahun ke tahun, sementara jumlah koneksi IoT di bidang manufaktur telah tumbuh 204% secara year-on-year," kata Menon dalam sambutannya di ajang IoT World Forum 2015 di Dubai, Uni Emirat Arab.

IoT sendiri didefinisikan sebagai jaringan perangkat yang bisa terhubung ke internet dan dapat dikendalikan dari jarak jauh. Cisco memprediksi akan ada 50 miliar perangkat yang terkoneksi internet di 2020 nanti.

Menon mengatakan bahwa di tahun 2013, jumlah perangkat yang masih belum terhubung ke internet mencapai 99,25%, namun angka itu turun menjadi 99,07% pada tahun 2014. Kemudian di tahun 2015 ini akan menjadi 98,85%.

"IoT telah melewati tahap inkubasi, dan sekarang waktu yang tepat untuk semakin ditingkatkan penetrasinya," lanjut pria keturunan India itu saat berbincang dengan detikINET dan sejumlah media lainnya dari Asia Pasifik di sela acara.

Walaupun belum bisa dikatakan matang, IoT sendiri sudah menjadi motor perubahan di berbagai bidang. Implementasi IoT sendiri menciptakan banyak hal yang sebelumnya belum terpikirkan menjadi hal nyata yang bisa membawa berbagai keuntungan bagi para penggunanya.

Menurut Menon, bentuk dari keuntungan itu pun bermacam-macam, seperti pertukaran data yang lebih mudah, informasi yang lebih cepat didapatkan, serta tentunya kemudahan di berbagai hal.

Cisco sendiri menegaskan bahwa tanpa adanya dukungan dari materi yang memadai, inovasi yang menciptakan keuntungan seperti di atas itu tidaklah mungkin diciptakan.

Untuk itu, bersama dengan partner mereka, Cisco menggelar IoT World Forum ini sebagai wujud upaya mendorong interaksi yang menciptakan ide-ide inovasi baru. Hal ini tentunya penting mengingat masyarakat dunia bergerak secara dinamis dan butuh hal baru yang bisa mendorong mereka terus maju.

Kegunaan dari IoT sendiri, sebagai imbas dari ide-ide inovasi baru, pastinya akan semakin banyak. Namun, tanpa dukungan dari para pembuka kesempatan, ide-ide inovasi itu belum tentu akan terlahir.

Cisco dan partner mereka, yang bisa diposisikan sebagai pembuka kesempatan itu, bertekad untuk terus membangkitkan minat untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia, untuk hadirnya IoT yang lebih baik dari yang kita kenal selama ini.

(rou/ash)







Hide Ads