"Yang tiduran itu ya, memang saya tahu. Tapi saya enggak bisa menyalahkan siapa-siapa," ujar Sukadi kepada detikcom, Selasa (1/12/2015).
Tak ada rasa marah yang dirasakannya. Dia malah berencana membuat lokasi khusus untuk berselfie ria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyadari kebutuhan para pengunjung kebunnya adalah berfoto. Sebab sebetulnya kebun bunganya bisa dinikmati dari pinggir Jalan Raya Wonosari.
Sukadi, pemilik taman bunga (Foto: Sukma/detikcom) |
"Nanti mau foto sambil tiduran, jongkok, duduk, bisa," imbuhnya.
Sukadi lebih memilih untuk melihat sisi positifnya. Dia bersyukur kini bunga kesayangannya telah banyak dikenal orang.
"Ini semua karena saya sayang sama procot. Sekarang saya bisa begini, ketemu dengan orang banyak karena procot," kata Sukadi.
Foto: Sukma/detikcom |
Sukadi nyaris tidak bisa apa-apa saat ribuan pengunjung menjejali kebunnya dalam 2 pekan terakhir. Banyak yang selfie sambil menginjak atau tiduran di hamparan bunga. Di media sosial, pengunjung saling menyalahkan. Tapi terlambat karena kebun itu kini telah rusak.
(sip/rou)
Sukadi, pemilik taman bunga (Foto: Sukma/detikcom)
Foto: Sukma/detikcom