Setelah pesawat Sukhoi Su-24 Fencer ditembak jatuh jet F-16 Turki, Rusia naik pitam dan langsung mengambil tindakan. Negeri Beruang Merah itu kini mendatangkan sistem pertahanan udara S-400 Triumf ke basis militernya di Latakia, Suriah.
S-400 Triumf adalah sistem persenjataan anti pesawat terbang yang diklaim salah satu yang terbaik di dunia saat ini. Merupakan upgrade signifikan dari S-300, S-400 Triumf menjadi salah satu senjata andalan militer Rusia sejak tahun 2007.
"Sistem ini didesain untuk menghancurkan semua model serangan udara dan angkasa modern," kata Sergei Shogu, Menteri Pertahanan Rusia. Ia bisa menembak jet tempur musuh dalam jarak antara 75 sampai 250 mil, tergantung jenis misil yang digunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika nanti dioperasikan, hampir semua jenis jet tempur milik NATO secara teori bisa ditembaknya. Kecuali jet stealth model F-22, F-35 dan B-2 yang dioperasikan Amerika Serikat.
Sistem S-400 Triumf mengintegrasikan radar multifungsi, sistem deteksi dan target otonom, sistem misil anti pesawat, launcher, command and control system. Sistem radarnya bisa mendeteksi sampai 300 target sekaligus dan bisa melacak pesawat musuh dalam jarak sampai 600 kilometer.

Kendaraan yang dipakai untuk mengangkut S-400 Triumf adalah sejenis truk besar yang bisa mengangkut sampai 4 misil. Rusia pun berharap keberadaan S-400 Triumf bisa melindungi pesawatnya yang sedang dalam misi menyerang ISIS, jika mereka diincar pihak lain.
"Sistem ini dianggap banyak pakar sebagai sistem pertahanan udara yang paling powerful dan tercanggih secara teknologi di dunia. Ini adalah pernyataan kuat dari Rusia, segera akan ada wilayah non fly zone milik Rusia di teritori Suriah," ucap Mark Sleboda, pengamat militer pensiunan militer AS. (fyk/ash)