Rabu, 25 Nov 2015 09:59 WIB

Sukhoi Rusia Dirudal Jet Turki, Siapa yang Salah?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Su-24 (venturebeat) Su-24 (venturebeat)
Jakarta -

Pesawat tempur Rusia, Su-24 dirudal oleh jet F-16 milik Turki hingga terbakar, jatuh lalu hancur berkeping keping. Turki mengklaim pesawat Rusia itu masuk wilayahnya dan mengabaikan peringatan sehingga terpaksa ditembak. Sedangkan Rusia membantah. Siapa yang benar?

"Pemerintah Turki dan Rusia mempublikasikan bukti berbeda soal lokasi pesawat itu di mana keduanya saling tuduh. Tapi sangat mungkin kedua-duanya benar karena berbasis pada sumber data yang berbeda," demikian analisis dari Sean Gallagher, mantan staf Angkatan Laut AS yang kini menjadi kolumnis di website teknologi Ars Technica.

Rusia mempublikasikan data navigasi pesawatnya yang menunjukkan SU-24 terbang di bagian selatan perbatasan Turki dan Suriah. Sedangkan Turki mengklaim bahwa jet itu, yang sebenarnya tidak mengancam Turki, berada lebih dari satu mil masuk wilayah Turki dan berulangkali mengabaikan peringatan.

"Karena jet Rusia hanya ada di wilayah udara Turki beberapa detik dan bahkan menurut perhitungan Turki hanya masuk sekitar 1 mil, maka ada kemungkinan sistem GLONASS yang dipakai militer Rusia untuk navigasi memberikan informasi yang berbeda dari yang dimiliki Turki," papar Sean.

GLONASS adalah sistem navigasi satelit yang dioperasikan Russian Aerospace Defence Forces. Menurut Sean, GLONASS ini memiliki satelit lebih sedikit dibandingkan GPS dan banyak satelitnya berada di jalur orbit yang sama.

"Itu yang memungkinkan adanya eror soal posisi. Dan dengan kompleksnya perbatasan Suriah dan Turki, dan operasi Rusia melawan pemberontak Suriah sangat dekat dengan perbatasan itu, miskalkulasi soal jalur penerbangan bisa membuat pilot Rusia masuk wilayah udara Turki," lanjut Sean.

Apapun itu, nasi sudah menjadi bubur. Pesawat Sukhoi Rusia sudah ditembak jatuh dan dua pilotnya kabarnya bernasib malang meski berhasil menyelamatkan diri dari dalam jet dengan sistem pelontar di kursi. Satu pilot kabarnya tewas.

Presiden Rusia Vladimir Putin marah besar dan menganggap Turki menusuk dari belakang. Rusia memperingatkan akan ada konsekuensi serius atas tindakan Turki tersebut. Sedangkan Turki bersama aliansinya di NATO kabarnya langsung mengadakan rapat untuk mendiskusikan masalah besar ini.

(fyk/ash)