Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Telegram Blokir Propaganda ISIS

Telegram Blokir Propaganda ISIS


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Jakarta - Telegram akhirnya bereaksi setelah layanan pengiriman pesannya digunakan sebagai sarana rekrutmen anggota baru oleh ISIS. Aksi tersebut berupa pemblokiran puluhan kanal yang ketahuan digunakan oleh ISIS.

Dalam pernyataan resminya, Telegram menyebut bahwa mereka bisa mengidentifikasi 78 kanal dalam 12 bahasa yang menyebarkan informasi terkait ISIS. Ke-78 kanal tersebut akhirnya ditutup oleh penyedia layanan yang berbasis di Berlin, Jerman itu.

"Kami terganggu setelah mengetahui bahwa kanal publik milik Telegram digunakan oleh ISIS untuk menyebarkan propagandanya," tulis Telegram dalam keterangan tersebut, dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (19/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua bulan lalu, menurut seorang peneliti keamanan, layanan broadcast publik milik Telegram menjadi metode pilihan ISIS untuk menyebarkan berita dan berbagi video terkait grup tersebut.

Bahkan, ada sebuah grup lain yang menggunakan Telegram untuk mengklaim bahwa merekalah yang bertanggung jawab atas serangan di Paris, yang menewaskan 129 orang, serta peledakan pesawat Rusia di Mesir yang menewaskan 224 orang.

Alex Kassirer, seorang analis kontra teroris dari perusahaan bernama Flashpoint menyebut bahwa ISIS menggunakan kanal broadcast milik Telegram untuk mengirimkan rilis yang ditujukan untuk merekrut anggota baru.

Ada belasan kanal terkait ISIS di Telegram yang tercatat mempunyai pengikut lebih dari 10 ribu orang. Namun hari Rabu kemarin, kanal-kanal tersebut sudah tak bisa diakses kembali.

Langkah Telegram ini bisa dibilang telat, mengingat Twitter sejak lama sudah mematikan ribuan akun yang terkait dengan ISIS, dan melanggar aturan perusahaan. Sementara sampai dengan hari Rabu kemarin, para militan itu bisa beraksi dengan bebas di jaringan milik Telegram.

Hal ini terkait dengan alasan awal pendirian Telegram, yaitu membebaskan pengguna untuk mengirimkan pesan dengan tingkat enkripsi tinggi dengan gratis, baik untuk pengguna smartpone, tablet, maupun komputer.

"Kami memang memblokir teroris (terkait ISIS) yang ada di kanal-kanal kami, tapi kami tak akan memblok siapapun yang menyampaikan pendapatnya secara damai," tutup Telegram.

(asj/ash)







Hide Ads