Menurut data yang diungkapkan Lazada, generasi millennial dan baby boomers yang suka belanja online tak melulu berasal dari pusat kota, tetapi juga kota kecil.
βHanya dalam waktu tiga tahun, e-commerce telah mengubah cara orang berbelanja bagi konsumen dari berbagai generasi, lokasi dan status ekonomi," kata Magnus Ekbom, CEO Lazada Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Presiden Joko Widodo punya slogan revolusi mental, maka Lazada ingin menjadi pionir e-commerce Asia Tenggara dengan mengusung misi revolusi belanja online.
"Dengan lebih dari 8 juta pelanggan dan 5 juta kunjungan ke website berdasarkan data akhir September lalu, revolusi retail ini telah menjangkau daerah-daerah terjauh seperti Aceh dan Papua di Indonesia, Jolo di Filipina, Mae Sariang di Thailand, dan pulau Con Dao di Vietnam," lanjut keterangan Lazada.
Konsumen Lazada menghabiskan waktu lebih banyak saat bepergian dibandingkan melalui desktop. Selain itu sebanyak 60% dari total penjualan perusahaan pada akhir bulan September lalu berasal dari pembelian melalui situs mobile.
Selama bulan Juli hingga September, konsumen Lazada telah menikmati peningkatan jumlah pilihan produk yang naik 3 kali lipat hingga 10 juta produk yang tersedia pada 13 kategori.
Lazada mengaku, revolusi retail yang telah dicapainya dimungkinkan melalui ekosistem logistik dan fasilitas layanan untuk para penjual. Platform dengan fasilitas lengkap dihadirkan juga untuk mendukung perkembangan pelaku usaha kecil menengah untuk meningkatkan jangkauan dan penjualan mereka secara online, juga untuk penjual internasional untuk menjangkau wilayah Asia Tenggara.
Pada akhir September, lebih dari 30.000 penjual lokal dan internasional dari Asia, Eropa dan Amerika Serikat tercatat di platform Lazada.
(ash/fyk)