BERITA TERBARU
Kamis, 29 Okt 2015 15:51 WIB

Laporan dari Mountain View

Indonesia Batu loncatan Komersialisasi Balon Google

Ardhi Suryadhi - detikInet
Balon internet Google (ash/inet) Balon internet Google (ash/inet)
Mountain View, California -

Google punya harapan tinggi terhadap uji teknis yang bakal dilakukan balon internet Loon dengan tiga operator -- Telkomsel, Indosat dan XL Axiata -- di Indonesia. Jika sukses maka waktu komersialisasi Loon akan semakin dekat.

Menurut Sergey Brin, pendiri Google, Loon hadir untuk memangkas kesenjangan akses telekomunikasi di berbagai negara. Dimana hal ini juga membutuhkan peran dari perusahaan (operator telekomunikasi) serta pemerintah.

"Kesepakatan ini semacam meningkatkan tes yang telah sukses dilakukan sebelumnya. Dan saya sangat gembira karena kami punya rekan baru di komunitas ini," ujar Sergey dalam sambutannya di acara penandatanganan MoU antara ketiga operator tersebut dengan Google di Mountain View, California, Amerika Serikat, Rabu (29/10/2015 waktu setempat.

Loon sendiri sudah berkali-kali melakukan pengujian. Pertama kali dilakukan pada Juni 2013 di Selandia Baru dan berhasil menerbangkan 30 balon. Berlanjut pada Januari 2014 yang sukses menjajal teknologi LTE, dan pengujian terakhir dilakukan pada April 2015.

Selain tiga operator sebagai partner barunya, Google sebelumnya sudah menggaet Telefonica di Brasil, Vodafone di Selandia Baru serta Telstra di Australia untuk membuat Loon mengangkasa.

Dengan bermitra dengan operator Indonesia, Google pun punya harapan khusus. Yakni terkait dari dampak yang dihasilkan sekaligus dapat memuluskan jalan komersialisasi Loon.

"Kami sudah pernah melakukan tes untuk balon ini berkali-kali. Tapi kami juga ingin menjalin kerjasama dengan partner yang punya dampak besar, jadi kenapa tidak?" lanjut Brin.

Meski kerap disebut lebih cocok untuk remote dan rural area, balon internet Google diyakini Brin sejatinya juga bakal cocok-cocok saja jika ingin diimplementasikan dengan banyak negara lain.

"Kami sudah mengujinya di Brasil, Selandia Baru dan Australia. Terutama untuk negara yang punya kondisi geografis dengan area-area berjauhan, dimana untuk membangun menara BTS begitu mahal," imuhnya.

Sementara Mike Cassidy, Vice President Project Loon Google mengungkapkan, uji teknis yang bakal dilakukan di Indonesia secara otomatis bakal lebih mendekatkan Loon ke arah komersialisasi.

"Berbagai tes akan dilakukan di sini, terkait sistem komunikasi balon to balon, komunikasi balon to ground dan banyak lainnya. Dan jika itu berjalan lancar maka kami semakin dekat dengan peluncuran secara komersial," umbar Mike.

Jika komersialisasi telah berjalan, Google bakal lebih aktif dari sisi teknis pengadaan perangkat dengan membuat sistem kontrol dan menerbangkan site BTS LTE ke angkasa lewat balon internetnya. Sementara operator bakal berperan sebagai penentu harga, menyiapkan sistem billing, marketing dan customer support.

"Ini merupakan solusi berbiaya rendah, dibandingkan dengan satelit dan BTS. Terutama di negara yang dikelilingi lautan dan hutan. Jadi akan efisien bagi operator karena tujuan kami adalah untuk menghadirkan teknologi dengan biaya rendah," Mike mengklaim.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Indosat Alexander Rusli menegaskan, sampai saat ini belum menentukan wilayah-wilayah mana saja di Indonesia yang akan jadi tempat pengujian Loon. Yang pasti, setiap operator -- Telkomsel, Indosat dan XL Axiata -- bakal punya lokasi pengujian yang tidak sama.

"Namun tahap pertama yang paling penting adalah uji teknis, dimana ini akan berpengaruh terhadap di mana tes akan dilakukan dan seberapa besar cakupannya, termasuk akan seperti apa pengalaman bagi pengguna saat ini diimplementasikan. Jadi untuk area mungkin bisa dilihat pada fase berikutnya," kata Alex.

(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.