BERITA TERBARU
Kamis, 29 Okt 2015 14:21 WIB

Laporan dari Mountain View

Balon Internet Google, Murah atau Mahal?

Ardhi Suryadhi - detikInet
Sergey Brin & Ririek Adriansyah (ash/inet) Sergey Brin & Ririek Adriansyah (ash/inet)
Mountain View, California -

Loon alias balon internet Google terbang dengan membawa sejumlah harapan. Yakni untuk mewujudkan akses internet di wilayah yang belum tersentuh infrastruktur telekomunikasi.

Namun jika berbicara hitung-hitangan secara bisnis, seberapa besar investasi yang harus dikeluarkan untuk bisa menerbangkan teknologi ini di langit Indonesia?

Baik perwakilan dari Google ataupun petinggi Telkomsel, Indosat dan XL Axiata yang datang ke acara kesepakatan uji teknis Loon di markas Google X, Mountain View, Amerika Serikat, belum ada yang dapat memberi penjelasan secara gamblang soal biaya yang harus dikeluarkan.

Namun Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah memberikan penjelasan, analogi Loon itu sederhananya seperti BTS tambahan, hanya saja ia mengangkasa di langit.

Alhasil, jika ditanya apakah investasi untuk Loon nantinya bakal lebih murah dibandingkan pembangunan BTS secara konvensional, Ririek tak terlalu yakin akan hal itu.

"Kalau lihat secara general, mungkin Loon sendiri lebih mahal daripada BTS konvensional di kondisi yang normal," ujarnya.

Namun lain halnya jika berbicara untuk remote area -- yang biasanya harus di-cover lewat satelit -- dimana orang-orangnya tinggal di tempat yang berjauhan.

"Ada yang tinggal di sini, ada yang tinggal sekian kilometer lebih dalam. Dimana kalau kita pakai terestrial itu gak efektif. Misalnya satu BTS hanya meng-cover satu keluarga," lanjut Ririek. Inilah yang mungkin bisa jadi peluang untuk adopsi balon internet Google.

Kemampuan jangkauan sinyal Loon sendiri bisa mencapai 40 km, sedangkan BTS konvensional cuma 3-5 km. "Bayangkan kalau satu BTS hanya meng-cover satu keluarga, tentu ini costly. Makanya bisa lebih efisien dengan Loon karena jangkauan sinyalnya bisa 40 km, BTS biasa cuma 3-5 km," Ririek menambahkan.

Telkomsel sendiri rencananya bakal melakukan uji teknis Loon pada awal tahun 2016 dengan menggunakan frekuensi 900 MHz. Pengujian ini akan dilakukan terpisah dari jaringan eksisting yang sedang berjalan. Namun jika dianggap sukses bisa dilakukan hand over.

Adapun biaya untuk melakukan uji teknis ini dilakukan kedua belah pihak sesuai kapasitasnya masing-masing. "Biaya yang dikeluarkan ada. tapi bukan siapa bayar ke siapa. Melainkan ditanggung masing-masing dan untuk Telkomsel relatif kecil, karena kita mengerjakannya di tempat kita," pungkas Ririek.

Selama uji teknis ini sendiri operator dan Google bakal lebih mengedepankan pengenalan akan teknologi, bukan langsung untuk urusan komersialisasi. Sebab kalau untuk urusan bisnis masih harus menunggu hasil pengujian.

(ash/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.