Pertemuan bertajuk Presidential Breakfast Meeting itu digelar sejak pukul 8.30 pagi waktu setempat di Board Room, Ground Floor, Hotel Four Seasons Silicon Valley, Palo Alto, California, Rabu (28/10/2015).
Dari sisi pemerintah Indonesia, selain Rudiantara, ikut hadir juga Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.
Dengan difasilitasi Earnst & Young, mereka bersama lima teknopreneur seperti Nadiem Makarim, William Tanuwijaya, Ferry Unardi, Andrew Darwis, dan Emirsyah Satar, memaparkan alasan mengapa para venture capital itu harus berinvestasi di Indonesia.
"Why Indonesia & Why Now". Demikian topik yang diangkat dari tim pemerintah Indonesia dan para teknopreneur tersebut. Sementara dari sisi para venture capital, mereka juga memaparkan topik "What main concern the 5 VC enter Indonesia" yang jadi kekhawatiranΒ mereka.
Para bos venture capital yang hadir dalam pertemuan itu adalah Sir Michael Jonathan Moritz dari Sequioa Capital, Mary Meeker dari Kliener Perkins Caufield Briers, Yuri Milner dari DTS Associates, Kyle Doherty dari Coatue Management, dan Ted Ullyot dari Andreessen Horowitz.
Pertemuan ini juga ikut dihadiri Donald Wihardja dari Convergence Venture, Thong Sennelius selaku CEO Doku Payment, Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat, DG Amerop, Staff Khusus Menkominfo Lis Sutjiati, dan Kasubdit Teknologi & Infrastruktur e-Business Ditjen Aptika Kemenkominfo Noor Iza.
(rou/rou)