Membuka market place di tujuh negara sekaligus memberi tantangan tersendiri bagi CEO Shopee, Chris Feng. Sebab, di masing-masing negara memiliki karakteristik pembeli yang berbeda. Nah seperti apakah menurutnya sifat pembeli online di Indonesia?
Saat dijumpai di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, Selasa (27/10/2015), Chris bercerita pengalamannya saat membuka layanan Shopee di sejumlah negara. Dari pengamatannya selama enam bulan ini, pengguna Indonesia memiliki keunikan tersendiri di banding negara lain.
Dikatakannya, pembeli Indonesia paling banyak menghabiskan waktu lebih lama menggunakan platform mobile di banding negara lain. Ada tiga jenis barang yang paling banyak dicari, yakni pakaian, kostmetik dan perangkat gadget.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun paling menarik, lajut Chris, pembeli Indonesia lebih sabar dibandingkan negara lain. "Mungkin karena koneksi internetnya lebih lambat di banding negara lain, sehingga lebih menerima kekurangan yang ada. Sementara negara lain, maunya serba cepat," jelas pria lulusan National University of Singapore.
Dengan keunikan yang dimiliki pembeli di Indonesia, Chris yakin Shopee bakal sukses di tanah air. Terlebih ia telah merekrut tenaga dari lokal sehingga lebih mengetahui kebutuhan penggguna di Indonesia.
Saat ini, aplikasi Shopee telah diunduh lebih dari satu juta kali. Meski baru enam bulan beroperasi, jumlah transaksi dinilai cukup tinggi. "Kita baru soft lauching, tapi basket size-nya sudah USD 10," pungkasnya.
(fyk/fyk)