Senin, 26 Okt 2015 10:13 WIB

Catatan dari Austin

Bertemu Pria Berharta Rp 260 Triliun dari Jualan Komputer

Fino Yurio Kristo - detikInet
Michael Dell di Dell World 2015 (gettyimages) Michael Dell di Dell World 2015 (gettyimages)
Austin, Texas - Sosoknya tak terlalu mencolok. Ia mengenakan setelan jas biasa saja dan kacamata yang sepertinya belum begitu lama dipakainya. Tapi jangan salah, pria ini adalah legenda di industri PC. Kekayaan terakhirnya diestimasi USD 19,1 miliar atau di kisaran Rp 260 triliun.

Ya, dia adalah Michael Dell, pendiri dan CEO raksasa komputer Dell. Saat perhelatan Dell World 2015 di Austin Texas minggu lalu, Michael jadi sosok paling diburu. Selesai membuka Dell World, ia langsung dikerumuni media ataupun partisipan yang ingin foto, wawancara, atau sekadar melihatnya lebih dekat.

Tapi mungkin karena kesibukannya, Michael selalu cepat menghilang ke belakang panggung. Bagaimanapun, pidatonya di Dell World 2015 sukses menyihir para partisipan. Tentang bagaimana ia akan membawa Dell menapak masa depan dan sedikit nostalgia masa lalunya.

"Dulu saya memulai Dell di kamar asrama saya di University of Texas, tidak jauh dari sini," ucapnya di sela pidato pembukaan Dell World.

Ya, Michael merintis Dell sekitar 32 tahun lampau semasa dia masih mahasiswa culun di kampusnya. Dia menciptakan sebuah perusahaan bernama PC'S Limited dari kamar asramanya, yang kemudian ia ubah namanya menjadi Dell.

Michael pun meraih sukses luar biasa meski akhirnya harus drop out kuliah. Pada tahun 1992 ketika berumur 27 tahun, dia menjadi CEO termuda di perusahan yang masuk daftar bergengsi Fortune 500. Perusahaan itu apalagi kalau bukan Dell.

Michael mungkin tidak seterkenal Bill Gates atau Mark Zuckerberg. Kehidupan pribadinya jarang jadi sorotan dan mungkin Michael memang sengaja ingin demikian. Jarang pula dia berbicara hal di luar bisnisnya. Konon, ia tinggal di rumah paling mewah di Texas bersama istri dan 4 orang anaknya.

Dan Michael kabarnya sangat protektif pada keluarganya. Ia menghabiskan biaya jutaan dolar untuk keamanan anak-anaknya karena paranoid kalau mereka akan menjadi sasaran penculikan. Dan anak-anaknya itu tidak boleh sembarangan memposting sesuatu ke media sosial.

Mendengarkan langsung Michael Dell berbicara di panggung Dell World, jelaslah kalau dia memang bukan pria sembarangan. Dengan mantap dan meyakinkan, ia menjelaskan bagaimana visi Dell ke depan dan rasa optimistis akuisisi EMC membuat Dell akan meraksasa.

"Kami sangat gembira dengan kombinasi ini. Perusahaan yang memimpin di dunia dalam empat area signifikan di TI saat ini yaitu server, storage, virtualisasi dan PC. Hal itu akan memberikan posisi luar biasa bagi kami dalam TI masa depan," katanya.

Sewaktu tampil bersama CEO Microsoft Satya Nadella, semua audiens yang memasuki ruangan harus melalui metal detector. Ya, keamanan rupanya sangat ketat. Meski ada yang protes, sebagian besar maklum mengingat dua orang itu adalah sosok penting di dunia teknologi dan perusahaannya masing-masing.

Sepak terjang Michael memang menginspirasi dan patut dicontoh. Bisa saja ia, di usia yang sudah menginjak 50 tahun, memilih leha-leha menikmati kekayaan dari berjualan komputer dan solusi teknologi Dell. Namun ia tetap semangat memimpin dan memajukan perusahaannya, termasuk merencanakan akuisisi spektakuler USD 67 miliar pada EMC. Good luck, Michael! (fyk/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed