Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gates, Zuck Hingga Bono Galang Deklarasi Konektivitas

Gates, Zuck Hingga Bono Galang Deklarasi Konektivitas


Ardhi Suryadhi - detikInet

Mark Zuckerberg saat berbicara di acara PBB. (kredit: Mark Zuckerberg)
Jakarta - Berbagai tokoh dunia dari berbagai latar belakang bersatu untuk satu tujuan, menggalang Deklarasi Konektivitas (Connectivity Declaration), demi mewujudkan peluang yang sama akan akses internet kepada semua orang.

Deklarasi Konektivitas ini sekaligus untuk mendorong pemimpin dunia mengimplementasikan janji yang menjadi bagain dari Global Goals, mewujudkan akses internet universal hingga tahun 2020.

Untuk itu, para pemimpin dunia bergabung bersama di Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui Global Goals, sebuah blue print pembangunan global ditujukan untuk menyelesaikan tantangan sosial ekonomi yang paling mendesak di era saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyadari peran yang tak tergantikan dari internet -- khususnya dalam hal menciptakan pekerjaan dan peluang, memungkinkan akses untuk layanan publik mendasar, mengedepankan hak asasi manusia dan keadilan, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas pemerintah -- deklarasi ini meminta pemerintah di seluruh dunia untuk bekerjasama dengan inovator untuk menyediakan akses internet ke semua orang dan di mana pun mereka berada.

β€œAkses internet merupakan katalis untuk menciptakan dunia dengan kebebasan, keadilan dan harga diri yang lebih besar bagi semua orang, di mana pun mereka berada,” kata Jamie Drummond, pendiri dan global exectuive director dari ONE.

β€œSemua negara sudah sepakat dengan rencana untuk mengimplementasikan Global Goals, dan misi utama dari strategi ini adalah konektivitas untuk semua. Paus dan Malala telah menyampaikan pentingnya kita semua menjadi bagian dari satu dunia dan satu keluarga, dan internet dalam kondisi terbaiknya mampu memfasilitasi persatuan. Tapi ketika masih ada tiga miliar orang yang belum terjangkau internet, mereka menjadi tertinggal dan terasing dari keluarga tersebut. Ini harus berubah dengan cepat,” lanjutnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Minggu (27/9/2015).

Deklarasi Konektivitas atau Connectivity Declaration telah ditandatangani oleh: Koalisi Action/2015, Charlize Theron untuk Africa Outreach Project, Judith Owigar dari AkiraChix, Ayaan Hirsi Ali, Bill dan Melinda Gates untuk Bill & Melinda Gates Foundation, Richard Branson, Erik Hersman untuk BRCK, Niall Dunne untuk BT, Danny Sriskandarajah untuk Civicus, Denis O’Brien untuk Digicel, Jeff Sachs untuk Earth Institute, Hans Vestberg untuk Ericsson, Mark Zuckerberg untuk Facebook, Hugh Evans untuk Global Citizen, Arianna Huffington, Josiah Mugambi untuk iHub, Ashish Thakkar untuk Mara Group, Mo Ibrahim untuk Mo Ibrahim Foundation, Bono untuk ONE, David Soloff untuk Premise, Project Everyone, Nik Hartley untuk Restless Development, Carolyn Miles untuk Save the Children, Shakira, George Takei, Chris Anderson untuk TED, Daudi Were untuk Ushahidi, Jimmy Wales, Omoyele Sowore untuk Sahara Reporters, Cobus de Swardt untuk Transparency International, Kathy Calvin untuk UN Foundation, dan Oluseun Onigbinde untuk BudgiT.

Berikut isi Deklarasi Konektivitas:

Saya percaya bahwa:

Akses Internet adalah esensial untuk mencapai #globalgoals dari kemanusiaan.

Ketika orang memiliki akses ke perangkat dan pengetahuan yang tersedia di internet, mereka memiliki akses atas peluang yang bisa membuat kehidupan menjadi lebih baik bagi semua orang.

Internet merupakan bagian penting dalam hal melawan ketidakadilan, berbagi ide dan membantu wiraswastawan untuk menciptakan lebih banyak kesempatan kerja. Tapi saat ini, lebih dari setengah orang di planet ini tidak memiliki akses, khususnya wanita dan anak perempuan.
Β 
Internet adalah milik semua orang. Sudah sepatutnya internet bisa diakses oleh siapa saja.

Saya meminta para pemimpin dan inovator dari seluruh negara, industri dan komunitas untuk bekerjasama dengan satu sama lain untuk membuat akses internet universal dan merealisasikannya sampai dengan tahun 2020, sesuai dengan janji yang termaktub dalam Global Goals.
Β 
Mari kita #CONNECTTHEWORLD untuk mencapai #GLOBALGOALS

Semua orang diundang untuk bergabung dengan gerakan ini dengan menandatangani Deklarasi pada one.org/connecttheworld.

β€œSaya baru saya berbicara di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Para pemimpin dunia saat ini ada di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyetujui Global Goals baru dalam mengatasi tantangan dunia dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu tantangan itu adalah mencapai akses internet yang universal, dan pemerintah telah setuju untuk bekerja menuju pencapaian ini sampai dengan 2020 sebagai bagian dari Global Goals," kata Mark Zuckerberg, CEO Facebook yang ikut ambil bagian dalam deklarasi tersebut.

"Untuk membantu merealisasikan ini, saya mengumumkan panggilan global untuk kemitraan dengan ONE yang didukung oleh banyak pemimpin dan organisasi. Menghubungkan dunia adalah salah satu tantangan fundamental dari generasi kami. Lebih dari 4 miliar orang tidak memiliki suara online – tapi Anda punya," papar miliuner yang biasa disapa Zuck ini.

Danny Srisjandarajah dari Civicu menambahkan, internet telah merevolusi bagaimana warga negara mengatur dirinya sendiri dan bergerak. "Menjembatani jurang digital akan memungkinkan kita untuk mempromosikan demokrasi dan akuntabilitas institusional di lebih banyak kawasan di dunia,” lanjutnya.

Pemimpin dari 193 negara secara formal telah mengadopsi Global Goals untuk Sustainable Development di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Jumat lalu setelah negosiasi selama bertahun-tahun. Tujuan ini bertujuan untuk melawan ketidaksetaraan, melindungi planet kita dan mengakhiri kemiskinan ekstrem sampai dengan 2030. Deklarasi Konektivitas atau Connectivity Declaration ditujukan untuk memenuhi poin 9.c dari Global Goals menuntut akses internet untuk semua orang pada negara-negara yang belum sepenuhnya berkembang atau Least-Developed Countries sampai dengan tahun 2020.

Global Goals dibangun berdasarkan kesuksesan Millenium Development Goals, yang membantu menurunkan jumlah kematian akibat malaria hingga setengahnya, mengurangi infeksi HIV baru hingga 40%, menyelamatkan jutaan jiwa anak-anak serta berkontribusi kepada penurunan kemiskinan ekstrem di dunia hingga lebih dari 50%.

(ash/ash)






Hide Ads